Blok-a.com – Indonesia tercatat memiliki 5.590 sungai utama dan 65.017 anak sungai yang tersebar di seluruh pelosok negeri. Terdapat Daerah Aliran Sungai yang membentang sejauh 1.512.466 kilometer persegi.
DAS memiliki fungsi dan peran untuk menopang kelangsungan makhluk hidup di sekitar sungai.
Baik fungsi hidrologis, untuk menjaga keanekaragaman hayati, nilai ekonomi, budaya, transportasi, pariwisata, dan lainnya.
Namun, banyak dari DAS di Indonesia mengalami kerusakan lingkungan akibat perubahan tata guna lahan.
Tak hanya tata guna lahan, pertambahan jumlah penduduk, serta kurangnya kesadaran masyarakat dalam melestarikan lingkungan juga merusak fungsi DAS.
Hingga kini ternyata masih banyak aliran sungai yang disalahgunakan, contohnya saja, masih banyak temuan mayat yang dengan sengaja dibuang ke sungai.
Tak hanya sekali, kasus ini ternyata terus berulang setiap tahunnya, khususnya di daerah Mojokerto.
Berikut Blok-a.com telah merangkum, 3 kasus temuan mayat di aliran sungai Mojokerto:
Mayat Berbaju Koko
Baru-baru ini warga Mojokerto dihebohkan oleh temuan sesosok mayat laki-laki di aliran sungai kecil Desa Sambiroto, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Minggu siang (10/9/2023), sekitar pukul 11.00 WIB.
Mayat tersebut ditemukan memakai baju koko berwarna coklat, dan menggunakan sarung.
Mayat berbaju koko tersebut ditemukan oleh warga yang hendak memancing ikan di sungai, dekat pondok pesantren Al Mutazam.
Melihat ada yang mengambang di aliran sungai, warga tersebut kemudian mendekati temuan, yang ternyata seorang mayat. Warga pun bergegas melaporkan kejadian ini ke Kapolsek Sooko yakni AKP Sohibul.
Setelah melakukan identifikasi, diketahui identitas korban bernama Gangsar (69), warga Desa Klinterejo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, yakni seorang tukang pijat keliling.
Remaja Wanita Dalam Karung
Selain mayat berbaju koko, Senin (12/6) malam, juga ditemukan mayat dalam karung plastik putih di sungai irigasi Desa Mojoranu, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.
Diduga mayat dalam karung tersebut seorang remaja wanita bernama Aura Enjelie, warga Desa Mojojajar, Kecamatan Kemlagi, Kabupaten Mojokerto, yang hilang dari rumah sejak 15 mei lalu.
Saat ditemukan, jenazah pelajar kelas 3 SMP tersebut sudah mengeluarkan bau busuk.
Dari penyidikan, Sat Reskrim Polres Mojokerto Kota, remaja berusia 13 tahun itu hilang lantaran dibunuh. Setelah Satreskrim melakukan identifikasi lebih lanjut, pelaku pembunuhan korban SMP akhirnya berhasil ditangkap.
“Sekitar pukul 04.00 sore, kami mendapatkan pelaku. Dan dari keterangan pelaku, mereka membenarkan telah melakukan pembunuhan terhadap anak di bawah umur dan mayatnya dibuang di lokasi penemuan mayat,” terang Kasat Reskrim Polres Mojokerto Kota, AKP Bambang Tri Sutrisno, Selasa (13/6).
Mayat Bayi Perempuan
Penemuan mayat bayi perempuan sukses menggemparkan warga Dusun Mojogeneng, Desa Mojogeneng, Kecamatan Jatirejo, Kabupaten Mojokerto.
Mayat bayi tersebut ditemukan mengapung sekitar pukul 06.30 WIB, di aliran sungai oleh seorang warga, saat hendak buang air kecil.
Yudi (35) warga setempat menuturkan, “mayat bayi ditemukan dalam kondisi mengapung di tepian sungai. Ketika itu warga sempat mengira mayat bayi itu adalah sebuah boneka yang dibuang di sungai”.
Diperkirakan mayat bayi tersebut baru berusia 1 hari, dimana ari-ari atau tali pusar bayi masih menempel pada bagian perut bayi.
Kasus penemuan mayat ini masih dalam penyelidikan pihak kepolisian lebih lanjut, pihak kepolisian masih berupaya mengungkap siapa orang tua yang tega membuang bayi berumur satu hari itu ke sungai.
Selain itu, pihak kepolisian juga menunggu hasil otopsi dari pihak rumah sakit dan pengumpulan bukti melalui keterangan saksi dan barang bukti penunjang lainnya.
“Apakah bayi itu sengaja dibuang karena hasil hubungan gelap atau hal lainnya, masih kita selidiki. Kalau di lokasi tadi kita hanya mengamankan jasad bayi saja, ada juga satu sendok makan yang kita temukan di sekitar lokasi, namun kita tidak berani menyimpulkan apakah ada kaitannya dengan bayi itu,” pungkas Sukaca. (mg3)










Balas