Arwah Korban Kerap Gentayangan, Pelaku Mutilasi Sering Digentayangi di Kamar Kos Sawojajar Kota Malang

Kasus Mutilasi di Sawojajar 3 Bulan Lalu Terbongkar, Polisi Temukan Tengkorak (blok-a/Agus Demit)

Kota Malang, blok-a.com – Arwah korban mutilasi di Sawojajar Kota Malang disebut kerap gentayangan dan menganggu sang pelaku Andurahman.

Korban mutilasi itu berinisial AP pemuda asal Surabaya.

Abdurahman kerap dibuat resah pasca membunuh hingga mutilasi korbannya di kamar kos tersebut. Sebab, Abdurahman mengaku kerap melihat arwah korban mutilasi di Sawojajar Kota Malang gentayangan.

Hal itu diungkapkan kuasa hukum tersangka, Guntur Putra. Guntur menjelaskan, arwah korban gentayangan sejak 7 hari pasca kasus mutilasi di Sawojajar Kota Malang.

“Jadi sempat daya tanya apakah beliau tidak dihantui? Kalau katanya sempat didatangi. Pertama kali itu 7 hari setelah kejadian,” kata dia ke awak media Kamis (11/1/2024).

Kejadian mutilasi itu sendiri terjadi pada 15 Oktober 2023. Arwah korban mutilasi itu gentayangan di kamar kos sekaligus tempat praktik Abdurahman sebagai tukang terapi pijat dan dukun itu.

Abdurahman kerap digentayangi saat istirahat maupun saat melakukan praktik terapi pijatnya itu.

“Berulang kali didatengi saat praktik maupun istirahat,” jelasnya.

Sementara itu, Guntur menjaskan, pelaku sebenarnya kasihan terhadap korban pasca memutilasinya. Karena kasihan itu, membuat pelaku mengubur sejumlah potongan jasad tubuh korban, yakni kepala, telapak kaki, dan tangan.

“Waktu saya tanya kenapa sengaja tidak dibuang ke Sungai Bangao dan sebagian dikubur. Katanya dia merasa kasihan dan akhirnya sebagian dikubur,” kata dia.

Tak hanya itu, pelaku juga sempat mendoakan korban pasca mengubur dan membuang sejumlah potongan tubuh korbannya.

“Katanya pelaku juga mendoakan korban,” kata dia.

Sebagai informasi, Abdurahman diketahui memutilasi korbannya itu pada 15 Oktober 2023. Abdurahman nekat memutilasi gegara jengkel terhadap AP yang protes atas jasa ilmu pelet atau guna-gunanya.

Saat hari itu, AP memprotes bahwa ilmu guna-guna dari Abdurahman tidak mempan memikat kekasihnya.

Akhirnya terjadi cekcok, hingga adu pukul. Selanjutnya Abdurahman mengambil celurit di wastafel kamar kosnya.

Celurit itu digunakan untuk membunuh AP. Besoknya, 16 Oktober 2023 Abdurahman membeli pisau potong. Mutilasi pun dilakukan di hari itu.

Abdurahman pun sempat tidak ketahuan aksinya selama tiga bulan. Namun awal Januari 2024 akhirnya terbongkar aksi keji itu. (ags/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com