5 Fakta Bentrok Warga Vs Polisi di Rempang Batam, Sejumlah Warga – Pelajar Terluka

Petugas membersihkan pohon yang ditumbangkan dan dibakar warga untuk menghalangi aparat gabungan masuk ke Pulau Rempang, Batam (foto: KOMPAS/PANDU WIYOGA)

Blok-a.com – Kerusuhan antara aparat kepolisian dengan warga telah terjadi di Rempang Galang, Batam, Kepulauan Riau pada Kamis (7/9/2023).

Kerusuhan ini bermula ketika Badan Pengusahaan (BP) Batam berencana merelokasi ribuan warga di Pulau Rempang untuk mendukung pembangunan proyek Rempang Eco City.

Sebagai gantinya, BP Batam akan membuatkan warga terdampak rumah permanen di lokasi yang baru serta diberi lahan. Namun, warga setempat masih keberatan atas rencana tersebut.

Dirangkum Blok-a.com, Jumat (8/9/2023), berikut deretan fakta soal kerusuhan antara warga dan aparat kepolisian di Rempang Galang, Batam.

1. Kronologi Kerusuhan

Peristiwa bentrokan ini terjadi saat petugas hendak melakukan pengukuran lahan terkait proyek Rempang Eco City. Mengetahui hal tersebut, ratusan warga pun menghadang kedatangan aparat gabungan dari Batam di Jembatan Batam-Rempang-Galang (Barelang) IV.

Aparat kepolisian itu kemudian berusaha menerobos barikade warga dengan membawa water canon dan gas air mata untuk membubarkan massa. Sementara warga mencoba melawan dengan melempari aparat menggunakan batu.

2. Warga Blokade Jalan

Sejumlah warga juga memblokade jalan dengan merobohkan pohon dan membakar ban untuk menghalangi aparat gabungan masuk lebih jauh ke kampung-kampung adat di Pulau Rempang.

Kapolresta Barelang Kombes Pol Nugroho Tri Nuryanto sebelumnya juga telah mengimbau masyarakat agar tidak menghalangi jalannya personel keamanan yang akan memasuki Kawasan Rempang.

Melalui pengeras suara, dia meminta agar masyarakat yang memblokade jalan masuk wilayah tersebut dapat mundur dengan teratur. Mengingat, tindakan yang dilakukan telah melawan aturan hukum.

“Saya minta warga jangan anarkis. Karena apa yang saudara lakukan sudah melanggar hukum,” kata dia.

3. Puluhan Pelajar Pingsan

Gas air mata yang ditembakkan oleh aparat kepolisian ini juga berdampak terhadap anak-anak yang tengah bersekolah di dekat lokasi bentrok. Akibatnya, para pelajar panik berupaya menyelamatkan diri, karena takut mendengar suara tembakan berulang kali.

Sejumlah pelajar bahkan terpaksa harus dilarikan ke rumah sakit karena pingsan akibat tak kuat menghirup gas air mata yang masuk ke dalam ruang kelas.

“Ada belasan siswa yang saya tahu dibawa oleh ambulans ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan. Gas air mata itu tadi terbawa angin, karena ribut dekat dari sekolah kami,” ujar Kepala Sekolah SMP Negeri 22 Muhammad Nazib.

4. Tanggapan BP Batam

Kepala Biro Humas Promosi dan Protokol BP Batam Ariastuty Sirait mengungkap bahwa peristiwa yang sebenarnya terjadi tidak demikian. Menurutnya, ada sejumlah oknum yang lebih dulu melemparkan batu dan botol kaca ke arah aparat.

“Informasi dari tim di lapangan, sudah ada beberapa oknum provokator yang ditangkap pihak kepolisian. Beberapa di antaranya bahkan didapati membawa parang dan sudah berhasil diamankan,” ujar Ariastuty.

Ia pun mengimbau agar masyarakat Kota Batam tidak terprovokasi dengan isu miring terkait pengukuran yang akan dilakukan di Kawasan Rempang.

“Jangan terprovokasi dan tetap jaga situasi kondusif demi Batam lebih baik,” katanya.

5. Kapolri Buka Suara

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo angkat bicara mengenai bentrokan yang terjadi antara polisi dengan warga di Pulau Rempang, Batam.

Menurutnya, pihak BP Batam sudah melakukan berbagai upaya musyawarah dengan warga setempat. Termasuk dengan mempersiapkan relokasi dan ganti rugi terhadap lahan yang akan dilakukan pembebasan.

Kendati demikian, Sigit menegaskan bahwa penyelesaian konflik tersebut akan segera diselesaikan melalui musyawarah mufakat antara pihak-pihak terkait.

“Namun demikian, tentunya upaya musyawarah, upaya sosialisasi penyelesaian dengan musyawarah mufakat menjadi prioritas, sehingga kemudian masalah di Batam, di Rempang itu bisa diselesaikan,” beber Sigit.

(hen)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?