5 Bencana di Awal 2021 yang Merenggut Nyawa, Longsor Griya Sulfat Salah Satunya

Kondisi Area Longsor Di Griya Sulfat Inside
Kondisi Area Longsor Di Griya Sulfat Inside - Foto: Rifky Pramadani

BLOK-A – Awal 2021 telah mencatat sederet bencana di Indonesia, baik itu bencana alam maupun non-alam yang datang silih berganti.

Sederet bencana ini menimbulkan korban jiwa, hingga membuat ribuan warga harus mengungsi ke tempat aman.

Berikut ini adalah lima bencana di awal 2021 yang telah dirangkum Blok-a.com:

1. Longsor di Sumedang

Melansir berbagai sumber, tebing setinggi 20 meter di Dusun Bojong Kondang yang terletak di Sumedang, Jawa Barat, mengalami longsor pada Sabtu (9/1) lalu. Longsor ini terjadi akibat tingginya curah hujan sejak siang hari.

Tanah longsor menimpa 14 rumah hingga luluh lantak. Dilaporkan ada 12 jiwa yang turut tertimbun dan dinyatakan hilang.

2. Jatuhnya Pesawat Sriwijaya Air SJ182

Di hari yang sama seperti Longsor di Sumedang, pesawat Sriwijaya Air dengan nomor penerbangan SJ182 dilaporkan hilang kontak dan jatuh di perairan Kepulauan Seribu pada Sabtu (9/1) sore.

Pesawat rute Jakarta-Pontianak itu hilang kontak 4 menit usai lepas landas dan dinyatakan jatuh di wilayah perairan Kepulauan Seribu.

Total ada 62 orang di dalam pesawat tersebut. Saat ini, tim gabungan masih melaksanakan proses pencarian dan telah menemukan banyak serpihan hingga potongan tubuh manusia yang diduga merupakan jasad dari penumpang pesawat Sriwijaya Air.

3. Banjir Kalimantan Selatan

Sejumlah wilayah di Kalimantan Selatan dilaporkan terendam banjir, yang menggenangi delapan wilayah kabupaten atau kota yang ada di provinsi yang beribu kota Banjarmasin itu. Kota Banjarmasin pun ‘kebagian’ digenang banjir.

Puluhan ribu warga terpaksa mengungsi ke lokasi yang aman. Banjir ini ditetapkan dengan status Tanggap Darurat Bencana Banjir oleh Gubernur Kalimantan Selatan, Sahbirin Noor.

4. Gempa Sulbar

Rentetan gempa tektonik terjadi di Sulawesi Barat (Sulbar), khususnya di daerah Mamuju dan Majene. Gempa pertama terjadi pada Kamis (14/1) siang dengan kekuatan magnitudo M 5,9. Sementara keesokan harinya, pada dini hari, gempa kedua terjadi dengan kekuatan lebih besar, yaitu M 6,2.

Bencana alam satu ini mengakibatkan banyak kerusakan bangunan, mulai dari rumah warga hingga fasilitas umum, tak terkecuali gedung kantor Gubernur Sulawesi Barat.

Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) pun menyebut bahwa gempa ini berpotensi menimbulkan gelombang tsunami. Gempa Sulbar ini mengakibatkan 56 orang meninggal.

5. Tanah Longsor di Malang

Intensitas hujan yang tinggi di Kota Malang pada Senin (18/1) kemarin membawa petaka. Hujan deras mengakibatkan tanah longsor terjadi dan menimpa satu rumah di Perumahan Griya Sulfat Inside, dan terseret ke Kali Bango.

Diketahui sang pemilik rumah bernama Roland Sumarno (40) ikut hanyut di aliran deras sungai. Sementara saat ini sebagian rumahnya ambles.

Menurut penuturan para warga, korban tengah membersihkan gorong-gorong di rumahnya. Ia telah diperingatkan oleh tetangga, namun dihiraukan Roland, padahal saat itu hujan sangat deras.

Istri dan anak korban dilaporkan selamat.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com