Leptospirosis Masuk Malang, Dinkes Imbau Masyarakat Hidup Bersih dan Sehat

Ilustrasi selokan dan tikus yang dapat menyebabkan wabah leptospirosis. (coconuts.co/Straits Times)
Ilustrasi selokan dan tikus yang dapat menyebabkan wabah leptospirosis. (coconuts.co/Straits Times)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Wabah Leptospirosis mulai merambah ke Kabupaten Malang. Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang pun mengimbau masyarakat terapkan hidup bersih dan sehat.

Perlu diketahui, leptospirosis adalah penyakit yang disebabkan oleh bakteri Leptospira. Bakteri ini dapat menyebar melalui urine atau darah hewan yang terinfeksi. Leptospirosis dapat menyebar melalui air dan tanah yang terkontaminasi urine hewan pembawa bakteri Leptospira.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Wiyanto Wijoyo menyebut terdapat satu warga Kecamatan Lawang, Kabupaten Malang yang terjangkit wabah leptospirosis. Namun, pasien telah dinyatakan sembuh dan masih dalam tahap pengawasan puskesmas setempat.

“Warga Lawang, atas nama Watinah usia 54 tahun. Mulai sakit 12 Februari 2023 dan sudah dinyatakan sembuh, kini dalam pantauan puskesmas,” terang Wiyanto saat ditemui Blok-a.com belum lama ini di Hotel Rayz UMM.

Baca Juga: Penyakit Leptospirosis Hantui Kawasan Terdampak Banjir

Wiyanto mengatakan, sebelum dinyatakan sembuh, Watinah pasien yang terjangkit leptospirosis sempat dilarikan ke beberapa rumah sakit. Mulai dari RSUD Lawang, RSJ Lawang hingga akhirnya dinyatakan sembuh di RSSA Kota Malang.

Lebih lanjut, Dirut RSUD Kanjuruhan, Bobby Prabowo menerangkan terkait penyakit leptospirosis itu sendiri. Dirinya mengatakan penyakit tersebut sulit dideteksi secara kasat mata, tanda tanda gejala yang terjadi terbilang cukup umum, seperti demam, mata kuning kemerahan, serta nyeri otot.

Sementara itu, proses leptospirosis sendiri jika sudah parah atau weils disease akan menyerang ginjal, fungsi liver menurun dan menyebabkan kematian karena infeksi berat.

“Weil’s Disease itu adalah penyakit Leptospirosis yang berat dia mengganggu fungsi liver, dia fungsi liver dari hasil labnya tinggi dan fungsi ginjalnya juga menurun,” terang Bobby.

Menurut Bobby, penularan wabah atau penyakit mematikan ini tidak hanya melalui kencing hewan pengerat. Namun juga dapat terinfeksi melalui tempat tempat yang kotor.

“Jadi di daerah daerah kotor, seperti selokan, persawahan atau pasca banjir. Jadi leptospirosis bisa terjadi di mana-mana,” jelasnya.

Dengan demikian, Bobby bersama Wiyanto mengimbau untuk masyarakat Kabupaten Malang untuk menerapkan hidup bersih dan sehat agar terhindar dari wabah mematikan, selain itu mencuci tangan sebelum dan sesudah makan maupun beraktivitas.

“Tidak perlu panik, jagalah kebersihan makan dan tangan sebelum makan dan kebersihan saat ketika kita bekerja,” pungkasnya. (ptu/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?