Jangan Lengah, Kenali Tanda-tanda Gangguan Ginjal pada Anak

Pasien gangguan ginjal pada anak (ist)
Pasien gangguan ginjal pada anak (ist)

Blok-A.com – Belakangan ini media kembali dihebohkan dengan ratusan anak yang mengalami gagal ginjal akut. Di Indonesia kasus gangguan ginjal misterius pada anak ditemukan melonjak dalam satu tahun terakhir.

Hal tersebut dilaporkan oleh Ikatan Dinas Anak Indonesia (IDAI) yang menemukan kasus gangguan gagal ginjal akut telah menyerang 131 anak di Indonesia.

Seperti yang diketahui, penyakit ginjal akut adalah kondisi yang menyerang secara tiba-tiba. Dalam beberapa kasus, sakit ginjal akut bisa lebih cepat pulih diikuti dengan ginjal yang berfungsi normal kembali. Tapi tidak menutup kemungkinan kondisinya bisa menjadi lebih serius dan berlangsung cukup lama.

Salah satu gejala yang menonjol dapat dilihat dari produksi urine pada anak. Gejala lain yang banyak ditemui pada anak, antara lain demam, diare, muntah, gejala saluran napas, serti batuk-pilek.

Gejala tersebut akan terlihat jika fungsi ginjal mulai menurun hingga 50 persen dan timbul tanda-tanda, seperti pembengkakan, napas cepat, gangguan elektrolit, hingga kejang yang disebabkan tekanan darah tinggi.

Jenis Penyakit Gagal Ginjal pada Anak

Seperti kebanyakan kasus gangguan ginjal, penyakit gagal ginjal akut pada anak akan berujung fatal apabila tidak segera ditangani.

Dikutip dari Kid’s Health, beberapa penyakit ginjal yang diidap anak-anak di antaranya:

  1. Penyempitan katup saluran kencing uretra
  2. Ginjal bengkak karena penyumbatan saluran kencing
  3. Penyakit ginjal polikistik
  4. Penyakit ginjal multikistik
  5. Asidosis tubulus ginjal
  6. Tumor
  7. Glomerulonefritis
  8. Sindrom nefrotik
  9. Kelainan ginjal bawaan lahir

Penyakit ginjal pada anak bisa membuat mereka mengalami masalah tumbuh kembang, problem dalam belajar, hingga perubahan perilaku. Masalah kesehatan tersebut bisa dideteksi dengan pemeriksaan fisik di otoritas kesehatan terdekat untuk meninjau keberadaan tanda-tanda penyakit.

Untuk mengonfirmasi diagnosis, dokter biasanya juga merekomendasikan tes urine, darah, hingga biopsi ginjal, atau pengambilan sempel jaringan ginjal untuk kemudian dianalisis.

(mg2/ptu)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com