Pemkot Mojokerto Tertibkan Angkringan di Prajuritkulon yang Pekerjakan Anak

Razia angkringan di Pasar Ketidur, Prajurit Kulon.(blok-a.com/Syahrul)
Razia angkringan di Pasar Ketidur, Prajurit Kulon.(blok-a.com/Syahrul)

Mojokerto, blok-a.com – Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari, sering mendapat aduan ada anak di bawah umur kabur dari rumah lalu kerja di angkringan.

Berangkat dari situ, Pemerintah Kota Mojokerto melakukan razia penyisiran di sejumlah angkringan di Pasar Ketidur, Prajuritkulon, Kota Mojokerto, Kamis (12/10/2023) pukul 20.00 WIB.

Operasi gabungan ini melibatkan Satpol PP, Dinas Tenaga Kerja, Dinas Sosial, Dinas Kesehatan, Polresta, Kodim, dan pihak kelurahan.

Dari razia itu, petugas berhasil menjaring 2 titik angkringan yang mempekerjakan anak di bawah umur.

Kedua pemilik angkringan itu; Majid (43) warga Kelurahan Surodiwan, Prajuritkulon, Kota Mojokerto, dan Mifta Eka Lestari (32) warga Dusun Jetak, Desa Selotapak, Kecamatan Trawas, Kabupaten Mojokerto.

Selanjutnya mereka diminta membuat pernyataan untuk tidak mengulangi perbuatannya.

Menurut Kabid Tenaga Kerja Kota Evi Anggraini, razia dan operasi ini hanya untuk kroscek apakah benar di angkringan kompleks Pasar Ketidur ada pekerja anak di bawah umur sesuai aduan warga ke Wali Kota.

“Untuk sanksinya belum mengarah ke sana, sebab kita masih kroscek apa benar ada pekerja anak di bawah umur atau tidak. Tapi kalau ini perusahaan jelas kita bawa dan ada pasalnya. Karena ini perorangan dan sifatnya sekadar kroscek saja, maka kita sanksi teguran,” terang Evi.

Pemilik Tak Tahu Pekerjanya di Bawah Umur

Salah satu pemilik angkringan, Majid, mengaku sempat mempekerjakan Anggi, anak di bawah umur, karena ingin menolongnya.

Dia tak tahu jika Anggi masih di bawah umur. Dia mengaku iba karena Anggi mengaku hidup sendiri di kos dan butuh pekerjaan.

“Awalnya saya hanya kasihan melihat dia bersama temannya datang ke angkringan dan mengeluh ingin kerja. Dan sudah empat hari ini dia sudah tidak bekerja lagi di angkringan saya sejak tanggal 9 Oktober, saya juga tidak tahu dia ke mana,” ungkap Majid.

Komandan Regu (Danru) Satpol PP Kota Susanto menjelaskan, pemilik angkringan Mifta, akan didata untuk tidak mengulangi perbuatannya.

“Besok hari Senin Mifta kita suruh datang ke kantor untuk proses pendataan dan buat pernyataan. Sebagai jaminan supaya dia mau datang maka KTP kita bawa,” ungkapnya.(sya/lio)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?