Mojokerto, Blok-a.com – Polres Mojokerto menggelar silaturahmi bersama insan pers yang dikemas dalam suasana santai “cangkrukan” dan ngopi bareng di Cafe 8 Meter, Kuwung, Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Rabu (11/2/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Kapolres Mojokerto AKBP Dr.(C) Andi Yudha Pranata, S.H., S.I.K., M.Si., didampingi Kasatreskrim AKP Aldino Primawirdhan, S.T.K., S.I.K., M.H., Li., Kasatresnarkoba Iptu Erik Triyasworo, S.H., M.H., Kasatlantas AKP Yogie Pratama, S.Tr.K., S.I.K., M.Sc., serta Kasi Humas Iptu Suyanto.
Sebanyak 21 jurnalis dari media online, cetak, dan televisi yang tergabung dalam Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) dan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Mojokerto Raya turut hadir dalam kegiatan tersebut.
Acara berlangsung santai dan penuh keakraban. Dalam kesempatan itu, Kapolres Mojokerto yang baru menjabat memperkenalkan diri sekaligus menyampaikan komitmennya untuk membangun hubungan yang lebih erat dengan insan pers.
Silaturahmi tersebut bertujuan memperkuat sinergi dan kolaborasi antara Polres Mojokerto dengan wartawan dalam menyajikan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat menciptakan kondusivitas wilayah.
Dalam sambutannya, AKBP Andi Yudha Pranata menegaskan bahwa peran wartawan sangat strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat.
“Wartawan bukan hanya sebagai mitra polisi, tetapi merupakan bagian penting dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat berdasarkan data, kronologi yang jelas, serta narasumber yang terpercaya,” ujar AKBP Andi.
Lebih lanjut, Kapolres menekankan bahwa hubungan Polres Mojokerto dengan media ke depan tidak hanya sebatas komunikasi dan koordinasi, tetapi ditingkatkan ke level kolaborasi.
“Kita tingkatkan kerja sama tidak hanya sebatas komunikasi atau sharing seperti selama ini, tetapi ke level kolaborasi. Bukan hanya koordinasi, tetapi bagaimana kita bersama-sama datang ke TKP,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan akan melakukan penyesuaian dalam manajemen distribusi informasi di lingkungan Polres Mojokerto agar lebih responsif dan transparan.
“Saya akan mencoba merubah tipis-tipis bagaimana manajemen distribusi informasi. Satu hal yang perlu diketahui, saya menggunakan paradigma perspektif kehumasan,” jelasnya.
Menurutnya, setiap peristiwa yang terjadi harus segera dipastikan kebenarannya dan disampaikan secara cepat serta akurat kepada publik.
“Kalau ada suatu peristiwa dan dibutuhkan kecepatan data yang akurat, maka saya akan perintahkan pejabat-pejabat saya untuk menyampaikan di awal. Minimal memutuskan bahwa ini benar ada peristiwa atau tidak. Itu boleh, bahkan wajib,” tegasnya.
Kapolres juga menegaskan komitmennya untuk membedakan perlakuan profesional antara wartawan yang terdaftar dan bekerja di perusahaan pers sesuai Undang-Undang Pers dengan masyarakat umum atau citizen journalism.
“Teman-teman yang saya undang ini sudah di bawah Dewan Pers. Bagi wartawan, 100 persen akan kami berikan hak-haknya sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Pers,” ujarnya.
Namun demikian, bagi pihak yang bukan berasal dari perusahaan pers, Polres Mojokerto tetap akan memberikan pelayanan secara proporsional sebagai warga atau citizen journalism.
“Artinya, segala informasi yang ada di Polres Mojokerto akan saya coba akomodasi dan konsolidasikan dengan baik,” tambahnya.
Melalui kegiatan silaturahmi tersebut, Kapolres berharap terbangun komunikasi yang lebih terbuka, profesional, dan saling mendukung antara kepolisian dan media.
Dengan kolaborasi yang kuat, diharapkan setiap pemberitaan dapat tersaji secara cepat, akurat, dan bertanggung jawab, sehingga mampu mendukung terciptanya situasi kamtibmas yang aman dan kondusif di wilayah Mojokerto. (Sya/gni)










Balas