Magetan, blok-a.com – Kodim 0804 Magetan mulai menyiapkan langkah antisipasi menghadapi potensi bencana hidrometeorologi menjelang musim hujan. Persiapan dilakukan mulai dari kesiapan personel, pemetaan wilayah rawan, koordinasi lintas instansi hingga pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat apabila terjadi bencana.
Dandim 0804 Magetan, Letkol Inf Omi Girindra Sasmito, mengatakan penanganan bencana membutuhkan koordinasi berbagai pihak. Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) menjadi leading sektor dengan dukungan pemerintah daerah dan instansi terkait lainnya.
Menurutnya, salah satu tahapan penting dalam penanggulangan bencana adalah upaya prabencana. Tahap tersebut meliputi pemetaan wilayah rawan, sosialisasi kepada masyarakat hingga penyampaian informasi peringatan dini.
“Untuk Kodim kita lakukan langkah koordinasi. Stakeholder yang tepat leader-nya seharusnya BPBD, tetapi perlu juga keputusan dari pemerintah daerah. Ada proses atau tahapan yang harus dilalui sebelum bencana terjadi, salah satunya yang paling penting ialah prabencana,” ujar Omi kepada blok-a.com, Sabtu (31/10/2026).
Ia menjelaskan, informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menjadi salah satu acuan dalam mengantisipasi bencana hidrometeorologi. Namun, masyarakat juga diminta aktif memberikan informasi apabila menemukan potensi ancaman di lingkungannya.
Sebab, menurut Omi, terdapat potensi bencana seperti angin puting beliung yang tidak selalu dapat terdeteksi secara spesifik. Karena itu, kewaspadaan dan informasi dari masyarakat menjadi bagian penting dalam sistem peringatan dini.
“Kalau bencana hidrometeorologi berarti dari BMKG, tetapi dari BMKG ada beberapa titik juga yang tidak terdeteksi, contohnya angin puting beliung. Di situ butuh juga tim, perlu juga dari masyarakat. Segala informasi yang diterima harus membuat masyarakat aware,” jelasnya.
Selain pemetaan, Kodim juga mendorong masyarakat melakukan langkah antisipasi dari lingkungan masing-masing. Mulai membersihkan saluran air yang berpotensi tersumbat, memeriksa pohon rawan tumbang, hingga mengidentifikasi bangunan dan infrastruktur yang berpotensi membahayakan.
Omi menyebut, langkah tersebut sebaiknya dilakukan sebelum hujan dengan intensitas tinggi terjadi. Termasuk melakukan asesmen terhadap pohon di sekitar rumah, bangunan yang kondisinya sudah rawan, maupun tiang listrik yang perlu diperkuat.
“Perlu juga dari masyarakat sendiri proaktif bagaimana wilayahnya itu tidak terdampak. Apabila curah hujan tinggi, perlu penyiapan kebersihan wilayahnya, saluran yang mungkin terhambat perlu penanganan waktu kering. Kemudian pohon-pohon yang berpotensi membahayakan juga perlu diasesmen,” paparnya.
Tak hanya kondisi lingkungan, pemenuhan kebutuhan dasar masyarakat juga menjadi perhatian. Menurut Omi, persediaan bahan makanan dan perlengkapan pendukung seperti peralatan memasak, listrik hingga penerangan perlu dipersiapkan untuk mengantisipasi kondisi darurat.
Sementara dari sisi personel, Kodim 0804 Magetan telah menyiapkan Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB) sesuai prosedur tetap satuan.
“Untuk Kodim sendiri kita melihat situasi potensi bencana hidrometeorologi. Kita siapkan pasukan namanya Pasukan Reaksi Cepat Penanggulangan Bencana (PRCPB). Sudah ada prosedurnya, tinggal bagaimana nanti kita berkoordinasi dengan pemangku atas atau ketika mendapat perintah langsung, nanti kita siapkan,” katanya.
Kesiapan tersebut juga telah dibahas secara internal bersama jajaran staf dan para Danramil. Kodim turut berkoordinasi dengan Batalyon Infanteri 529 dan kepolisian untuk mendukung kesiapsiagaan menghadapi kemungkinan bencana.
Terkait penempatan personel, Omi menyebut pihaknya masih mengacu pada hasil asesmen dan pemetaan wilayah rawan. Daerah yang sebelumnya pernah mengalami bencana menjadi salah satu pertimbangan dalam menentukan prioritas penempatan pasukan.
Meski demikian, wilayah lain yang memiliki potensi ancaman juga tetap menjadi perhatian.
“Untuk pos-pos yang ada sementara kita berdasarkan asesmen. Titik-titik beratnya di mana, karena ini masih peralihan dan ada potensi besar, kejadian sebelumnya mungkin jadi titik kita untuk tempatkan pasukan. Tapi tidak menutup kemungkinan di daerah-daerah lain. Harus ada pemetaan kerawanan bencana,” pungkasnya.
Melalui berbagai persiapan tersebut, Kodim 0804 Magetan berharap penanganan bencana dapat dilakukan sejak tahap prabencana. Kesiapan personel, koordinasi lintas instansi, pemetaan wilayah hingga keterlibatan masyarakat diharapkan mampu meminimalkan risiko dan dampak bencana hidrometeorologi selama musim hujan. (nan/bob)










Balas