Blok-a.com – Mudik Lebaran merupakan salah satu tradisi yang telah menjadi bagian tak terpisahkan dari budaya Indonesia.
Dari total sebanyak 230 juta lebih penduduk Indonesia yang beragama Islam, sekitar 123 juta diantaranya melakukan perjalanan mudik saat Lebaran tahun 2023 kemarin.
Kemenhub memprediksi bahwa ada sebanyak 193,6 juta orang atau sekitar 71,7% dari total penduduk Indonesia yang melakukan perjalanan mudik selama periode Lebaran 2024.
Alasan masyarakat melakukan perjalanan mudik adalah 52% ingin merayakan Idulfitri di kampung halaman, 35,2% untuk menjalankan tradisi mengunjungi sanak saudara di kampung, dan 10,6% memilih menggunakan waktu libur Lebaran untuk berkunjung ke tempat wisata.
Namun, seperti halnya tradisi lainnya, mudik Lebaran juga memiliki risiko tertentu yang perlu diwaspadai, risiko tersebut antara lain:
Kehabisan Tiket Transportasi Untuk Pulang
Risiko terbesar yang mungkin terjadi jika ingin pulang tanpa perencanaan adalah kehabisan tiket transportasi. Ini bisa termasuk tiket pesawat, kapal, bus, kereta api, atau bahkan taksi, karena pada momen ramai seperti Lebaran, permintaan tiket bisa melampaui ketersediaan.
Oleh karena itu, untuk memastikan keamanan perjalanan, disarankan untuk merencanakan perjalanan jauh-jauh hari dan memesan tiket sebelumnya.
Tanpa itu, risiko yang dihadapi adalah tidak mendapatkan tiket atau bahkan harus membeli tiket dengan harga yang jauh lebih tinggi dari harga normal melalui calo.
Jadwal Mudik Berbenturan dengan Pekerjaan atau Urusan Lainnya
Mudik tanpa membuat perencanaan yang matang dapat berisiko berbenturan dengan jadwal lain.
Sangat membingungkan jika pada tanggal yang sama atau bahkan beberapa hari sebelum keberangkatan pulang kampung, ternyata Anda memiliki kewajiban atau tugas yang tidak bisa ditinggalkan.
Situasi seperti ini bisa menjadi sangat merepotkan karena tidak ada persiapan sebelumnya.
Pilihan yang tersedia mungkin hanya memundurkan rencana pulang kampung, membatalkan kewajiban tersebut, atau bahkan memilih untuk tidak pulang kampung sama sekali.
Tidak Sempat Packing Barang Bawaan
Mudik tanpa perencanaan dan persiapan bisa dibandingkan dengan berperang tanpa membawa senjata. Ketika mengemas barang bawaan, kehati-hatian seringkali terabaikan karena keterbatasan waktu.
Risikonya adalah barang-barang yang ingin dibawa dapat tertinggal, terutama jika ada titipan dari keluarga yang terlupakan. Akibatnya, sebelum keberangkatan, seseorang akan sibuk sendiri mengemas barang bawaan dengan terburu-buru pada malam sebelumnya.
Kendala di Perjalanan dan Terjebak Macet
Jika melakukan perjalanan pada momen penting seperti Lebaran atau tahun baru, kemacetan di jalan pasti akan terjadi.
Namun, dengan merencanakannya jauh-jauh hari, kita bisa menyiapkan alternatif seperti memilih rute lain atau berangkat pada jam yang tidak terlalu padat untuk menghindari kemacetan.
Namun, jika perjalanan tersebut dilakukan tanpa perencanaan, kita harus siap menerima konsekuensinya jika terjebak macet atau mengalami kendala lainnya. Hal ini bisa berupa kemacetan yang panjang, keterlambatan transportasi, atau bahkan kepadatan lalu lintas.
Budget Pengeluaran Membengkak
Jika Anda termasuk orang yang memiliki kelebihan uang dan tidak perlu khawatir tentang anggaran, mungkin Anda tidak akan terlalu terganggu jika biaya mudik meningkat.
Namun, bagi mereka yang memiliki anggaran terbatas, ada risiko yang tinggi ketika melakukan mudik tanpa perencanaan dan penghitungan yang matang jauh-jauh hari.
Ini termasuk kemungkinan kenaikan harga tiket jika tidak memesannya jauh-jauh hari, belanja barang-barang lebih dari perkiraan, serta biaya tambahan seperti penginapan di perjalanan.
Tidak mempertimbangkan semua ini dengan cermat dapat menguras tabungan Anda hanya untuk satu perjalanan mudik.
Untuk memastikan perjalanan mudik Anda berjalan aman dan nyaman, berikut ini adalah beberapa tips yang bisa Anda terapkan:
Perencanaan Matang
Mulailah perencanaan mudik Anda jauh-jauh hari sebelum tanggal keberangkatan. Ada beragam opsi transportasi yang dapat dipilih untuk melakukan perjalanan mudik pada saat Lebaran, seperti mobil pribadi, kereta api, bus, pesawat, dan kapal.
Pilihlah jenis transportasi yang sesuai agar perjalanan menjadi lebih nyaman. Jika Anda menggunakan mobil pribadi tentukan rute perjalanan dan pastikan kendaraan dalam kondisi baik.
Jika Anda memilih menggunakan transportasi umum, disarankan untuk memesan tiket dari jauh-jauh hari guna mendapatkan harga yang lebih terjangkau.
Cek Kendaraan
Sebelum memulai perjalanan, jika Anda memilih menggunakan mobil pribadi pastikan kendaraan Anda telah melalui pengecekan secara menyeluruh. Periksa kondisi mesin, rem, ban, dan pastikan semua perangkat keselamatan seperti sabuk pengaman berfungsi dengan baik.
Lebih baik untuk melakukan servis terlebih dahulu guna memastikan bahwa mobil yang akan digunakan dalam kondisi baik.
Jadwal Keberangkatan
Usahakan untuk berangkat lebih awal agar tidak terjebak dalam kemacetan yang biasanya terjadi menjelang Lebaran. Pilih waktu keberangkatan yang strategis untuk menghindari padatnya arus lalu lintas.
Namun jika jadwal padat dan bisa libur di H-1 Lebaran Anda bisa berangkat pagi dini hari. Jika menggunakan transportasi umum Anda bisa memesan tiket jauh-jauh hari agar tidak kehabisan.
Packing Cerdas
Bawa hanya barang-barang penting seperti handphone, charger, uang tunai, dompet, makanan, minuman, mukenah/sarung, pakaian ganti, dan peralatan mandi.
Hindari membawa barang-barang yang berlebihan agar tidak membebani Anda. Pastikan juga untuk membawa perlengkapan darurat seperti obat-obatan dan alat pertolongan pertama (P3K).
Istirahat Cukup
Selama perjalanan, jangan ragu untuk beristirahat secara berkala. Istirahat yang cukup akan membantu Anda tetap segar dan fokus selama mengemudi.
Durasi berkendara maksimal selama 8 jam sehari untuk pengemudi. Pengemudi wajib istirahat selama setengah jam setelah berkendara 4 jam berturut-turut.
Perhatikan Kesehatan
Jaga kesehatan dengan mengkonsumsi makanan bergizi dan minum air yang cukup selama perjalanan.
Saat menjalani puasa, disarankan untuk menjaga kesehatan tubuh dengan mengkonsumsi makanan bernutrisi saat sahur dan memastikan asupan air minum yang cukup.
Jika perlu, Anda juga dapat melakukan pemeriksaan kesehatan sebelum melakukan perjalanan mudik pada waktu Lebaran, sehingga Anda lebih siap menghadapi perjalanan yang panjang.
Perhatikan Keselamatan
Selalu taati peraturan lalu lintas dan patuhi rambu-rambu jalan. Hindari berkendara dalam keadaan lelah atau mengantuk, dan pastikan semua penumpang menggunakan sabuk pengaman.
Jika tidak mentaati peraturan lalu lintas berisiko mengalami kecelakaan di jalan, terjadi perselisihan dengan pengendara lain, dan dapat terkena sanksi berupa hukuman kurungan penjara, denda, atau perlakuan tertentu sesuai dengan kesepakatan.
Gunakan Aplikasi Penunjang
Manfaatkan teknologi dengan menginstal aplikasi google maps untuk membantu Anda menemukan rute alternatif dan memantau kondisi lalu lintas secara real-time.
Berbagi Informasi
Pastikan keluarga atau teman Anda yang berada di tempat tujuan mudik mengetahui rute perjalanan Anda dan memberi kabar secara berkala untuk memberi tahu kondisi Anda.
Hindari Kecelakaan
Jadilah pengemudi yang bertanggung jawab dengan menghindari kecepatan berlebihan, mengutamakan keselamatan diri dan penumpang, serta menjaga jarak aman dengan kendaraan di depan.
Dengan menerapkan tips-tips di atas, diharapkan perjalanan mudik Anda akan berjalan dengan lancar, aman, dan nyaman.
Selamat merayakan Lebaran dan selamat sampai di tujuan!(mg5)
Penulis : Aulia Putri Indrianti (Mahasiswi magang Universitas Trunojoyo Madura)









