Hobi Jadi Profesi, Kisah IRT Nyambi Jadi Content Creator Digital

Mia Yusnita (dok. Mia Yusnita for Blok-a.com)
Mia Yusnita (dok. Mia Yusnita for Blok-a.com)

Malang, Blok-a.comMenjalankan aktivitas sebagai ibu rumah tangga (IRT) kerap kali dipandang sebelah mata. Padahal, ibu rumah tangga memiliki peran penting di kehidupan keluarga seperti, mengurus anak, suami, hingga mengerjakan pekerjaan rumah. 

Meski menjadi IRT tidaklah mudah, sebagian dari mereka tetap mau bekerja dan berinovasi dengan tujuan mandiri dan bisa membantu perekonomian keluarga. Namun, dengan kemajuan teknologi, kesempatan berkarya dan berinovasi para IRT dapat dilakukan kapan saja dan di mana saja. Hal inilah yang dirasakan Mia Yusnita (36), seorang IRT yang sekaligus menjadi pengusaha dan content creator di Kota Malang, Jawa Timur. 

Mia membagikan kisahnya, tepatnya tahun 2019, saat wabah COVID-19 melanda. Tantangan baru pun muncul. ketika ia merasa bosan dan ingin berinovasi. Dengan tujuan menyalurkan hobi sekaligus mencari pekerjaan yang fleksibel, tanpa meninggalkan pekerjaan rumah. 

Menghadapi kondisi tersebut, Mia pun memutuskan untuk mencoba peruntungannya melalui platform TikTok. Ia kerap mengikuti challenge dance dan sering membawa pulang hadiah yang umumnya berupa produk perawatan kulit (skincare) dan busana fashion

Lebih lanjut, ia memutuskan untuk mengikuti salah satu komunitas influencer dan content creator yang ada di Malang. Mia berpikir, karena pengikutnya telah banyak, tidak ada salahnya jika ia bergabung dalam komunitas tersebut untuk menambah relasi dan meningkatkan skill. Apalagi, saat itu keinginannya untuk menjadi beauty creator sangat tinggi.

Namun, hal tersebut tidak berlangsung lama. Mia merasa banyak tantangan dan goals yang tidak sesuai dengan dirinya hingga ia keluar dari komunitas tersebut.  

Singkat cerita, pada tahun 2022, sang putra memasuki usia sekolah TK yang mengharuskan Mia untuk membuatkannya bekal. Ia mengkreasikan bekalnya dan membagikan foto bekal tersebut ke laman akun sosial medianya. Tidak hanya sang anak yang menyukai, followers dan beberapa brand ternama pun mulai melirik konten dan nama Mia Yusnita.

“Dari situ, selang 5 bulan aku dihubungi dari pihak marketingnya LaFonte. Dikirimin satu kardus produknya mereka dan dikontrak bikin produknya mereka selama 14 hari,” terang Mia. 

Seiring berjalannya waktu, muncul ide dan keinginan Mia untuk menjadi content creator. Perjalanannya pun tidak mudah, setelah mempunyai keinginan tersebut, Mia langsung bergabung dalam salah satu manajemen yang ada di Kota Malang. Manajemen ini membuka gerbang karir Mia menjadi seorang content creator, dengan memberinya project di salah satu soft opening cafe yang ada di Malang saat itu.

Saat itu, ia mengaku kebingungan karena baru pertama kali mengerjakan konten di luar rumah. Ia pun mendapatkan teguran keras dari kliennya karena, video yang jelek, pencahayaan yang kurang, voice over berantakan, hingga kualitas video yang jauh dari kata sempurna. 

“Dari situ bingung, ini gimana nih aku ngga bisa ngonten sebenarnya, tapi kan akhirnya disuruh ngonten,” jelasnya.

Untungnya, saat itu, ia bertemu dengan creator lain dari berbagai daerah sehingga ia bisa bertukar pikiran dan meminta solusi dari mereka. 

Sejak saat itu, Mia rajin mengikuti kegiatan peningkatan skill dari manajemen yang ia ikuti sehingga ia bisa memperbaiki skill dan konten yang ia buat. 

Kini, Mia terus konsisten untuk belajar untuk membuat konten yang tidak hanya kreatif, tetapi juga menarik. Dengan mencari ide atau konsep tema konten yang lebih terfokus pada tiga hal, yakni keseharian sebagai ibu, perawatan kulit (skincare), dan gaya berpakaian. 

“Ngonten” yang awalnya hanya hobi, mengantarkan Mia menjadi ibu rumah tangga sekaligus content creator dengan tetap menemani suami dan anak-anaknya di rumah. Berkat membuat konten, kini ia lebih dikenal khalayak, mendapatkan tawaran endorse dari berbagai brand, hingga membantu perekonomian keluarga.(mg4/lio)

Penulis: Amelia Puspa Ningrum (Mahasiswi Universitas Trunojoyo Madura)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?