Kabupaten Malang, blok-a.com – Ribuan umat Muslim dari berbagai daerah di Jawa Timur tampak antusias mengikuti acara shalawat untuk memperingati Hari Lahir Pancasila di NK Cafe, Kabupaten Malang, Minggu (1/6/2025).
Kegiatan shalawat ini digelar oleh Rumah Sedekah bekerja sama dengan NK Cafe, dan menghadirkan langsung Majelis Ta’lim dan Sholawat Syubbanul Muslimin.
Pimpinan Rumah Sedekah, Dr. H. Noor Shodiq Askandar, S.E., M.M., menjelaskan bahwa acara ini diadakan dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada 1 Juni.
“Kami ingin menumbuhkan kembali kecintaan terhadap NKRI, bahwa NKRI ini dibentuk dengan landasan falsafah Pancasila,” tuturnya.

Shodiq menjelaskan alasan digelarnya shalawat dalam peringatan Hari Lahir Pancasila, yakni karena ia menilai bahwa shalawat mampu menjadi sarana pemersatu umat.
“Kalau ada perpecahan-perpecahan dan lain sebagainya, itu bisa disatukan melalui kegiatan shalawat,” katanya.
Tak hanya pembacaan shalawat, acara juga diisi dengan ceramah, santunan untuk anak yatim, kaum duafa, serta anak-anak disabilitas.

Sebelum acara shalawat dimulai, seorang anak penyandang disabilitas membacakan ayat suci Al-Qur’an yang disimak khusyuk oleh ribuan jemaah.
Sementara itu, alasan dipilihnya NK Cafe sebagai lokasi acara juga memiliki pesan tersendiri. Menurut pria yang akrab disapa Gus Shodiq, shalawat tidak harus digelar di masjid atau musala.
“Shalawat itu bisa di mana saja. Kami ingin menunjukkan bahwa shalawat tidak harus di masjid atau musala, tapi bisa di semua tempat,” ujarnya.
Terpisah, Owner NK Cafe, H.R. Djoni Sudjatmoko, S.E., M.M., menjelaskan bahwa acara shalawat ini merupakan bentuk peringatan Hari Lahir Pancasila dengan harapan agar Indonesia semakin damai.
“Ini bekerja sama dengan Rumah Sedekah. Tanggal 1 Juni ini kita peringati Pancasila supaya Indonesia lebih damai, kan begitu ya,” ujarnya.
Menurut Djoni, saat ini Indonesia tengah diuji dalam hal persatuan, yang merupakan sila ke-3 dalam Pancasila. Ia mengingatkan bahwa penting bagi bangsa ini untuk mempererat rasa persatuan.
“Pesaing kita itu bukan sesama anak bangsa, tapi orang-orang dari luar negeri,” tegasnya.
Ia berharap, melalui shalawat dan doa-doa bersama yang dipanjatkan dalam acara ini, para pemimpin Indonesia dapat semakin bersatu demi kemajuan bangsa.
> “Doa-doa seperti ini ditujukan untuk para pemimpin kita agar bersatu padu demi Indonesia,” tutupnya.









