Band of Toys, Lewat Musik Perkenalkan Seni Miniatur/Mainan Art Toys

Seni Art Toys yang mulai digandrungi di Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)
Seni Art Toys yang mulai digandrungi di Kota Malang (blok-a.com / Yogga Ardiawan)

Kota Malang, blok-a.com – Sebuah pameran seni yang unik kembali digelar di Kota Malang. Lidos, komunitas seniman art toys (seni miniatur/mainan), menghadirkan pameran bertajuk Band of Toys yang diselenggarakan di lantai dua Parmuse, Jalan Borobudur, Kecamatan Blimbing, Kota Malang. Acara ini berlangsung selama seminggu penuh, mulai tanggal 18 hingga 25 Januari 2025.

Art toys adalah miniatur atau mainan koleksi yang dibuat oleh seniman atau desainer, biasanya dalam jumlah sangat terbatas. Bentuknya bisa meniru figur-figur yang sudah populer, misalnya tokoh anime, kartun, super hero, dan lain-lain. Atau bisa juga figur yang sama sekali baru, hasil kreasi seniman atau desainernya sendiri.

Meski tergolong baru bagi sebagian orang, media seni yang satu ini sudah mulai memiliki banyak penggemar, terutama dari kalangan pecinta seni urban.

Salah satu pegiat art toys, Rino Adi, menerangkan bahwa dirinya bersama rekan-rekan yang punya minat sama, akan menggelar pameran seni.

“Kami dari Malang ini membuat sebuah komunitas, namanya Lidos. Nah, Lidos ini ada beberapa art toys dari Malang. Jadi, kita rencananya mau bikin pameran yang tematik,” ujar seniman miniatur/mainan yang juga pemilik studio Kunniklan.

Pria berwajah kalem ini menjelaskan, tujuan utama pameran ini adalah untuk mengenalkan seni art toys kepada masyarakat Kota Malang. Apalagi dengan membawa konsep unik yang menggandeng sejumlah seniman lokal, pameran ini diharapkan dapat membuka wawasan baru bagi masyarakat tentang media seni satu ini.

“Paling tidak, mereka tahu dulu, lah, apa sih ini art toys. Kalau yang art toys kan bukan sekadar toys ya,” tambahnya.

Rino menerangkan juga bahwa ini bukan kali pertama Lidos menggelar pameran. Sebelumnya, komunitas ini telah mengadakan dua pameran lain, termasuk di Malang Creative Center (MCC).

“Untuk tahun sebelumnya, kita temanya adalah kuliner, di Matos saat itu. Kalau yang untuk tahun ini, temanya musik. Jadi, kita kolaborasi dengan band-band lokal dulu yang dari Malang,” terangnya.

Pemilihan tema musik dalam pameran tahun ini bukan tanpa alasan. Musik dianggap sebagai medium yang mudah diterima oleh banyak orang, sekaligus memberikan sentuhan yang lebih berkesan terhadap seni art toys.

“Kita ingin membuat sesuatu yang tematik, yang mudah diingat,” lanjutnya.

Acara ini menggandeng sejumlah musisi lokal seperti Iksan Skuter, Tani Maju, Time Out, GAHBM, Grey, Monohero, dan beberapa band lainnya. Kolaborasi ini memberikan warna baru dalam memperkenalkan karya seni Rino dan Komunitas Lidos.

“Salah satu cara memperkenalkan art toys adalah dengan berkolaborasi. Jadi, untuk tahun ini kita memilih musik sebagai tema tematik,” imbuh Rino.

Selama Pameran Band of Toys, pintu galeri dijadwalkan akan dibuka setiap pukul 15.00 WIB. Pembukaan akan diawali dengan sesi meet and greet bersama seniman art toys serta band-band yang terlibat.

Melalui pameran ini, komunitas Lidos berharap Art Toys bisa semakin dikenal luas dan diapresiasi, tidak hanya di kalangan pecinta seni, tetapi juga masyarakat umum. Seni yang menggabungkan desain, kreativitas, dan tema unik ini diyakini dapat memberikan daya tarik bagi masyarakat, khususnya Kota Malang. (yog/gni)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis yang bertugas di wilayah Malang Raya. Fokus peliputan pada isu sosial, politik, pemerintahan dan peristiwa terkini.