Kota Malang, Blok-a.com – Keripik tempe telah menjadi ikon oleh-oleh tersendiri di Kota Malang. Banyak wisatawan berbondong-bondong datang ke sentra industri keripik tempe Sanan di Kota Malang. Namun, kawasan dengan pekerjaan utama pengrajin tempe itu ternyata telah berdiri sejak lama. Berikut ini sejarah Sentra Industri Tempe Sanan di Kota Malang.
Sentra industri Sanan ini mulai dibentuk pada tahun 1970an. Namun sebelum menjadi keripik, kala itu masyarakat di sekitar sana masih memproduksi tempe saja. Antara lain tempe yang belum tersaji, dan juga tempe tempe lauk pada umumnya.
Perjalanan lahirnya keripik tempe ketika memasuki tahun sekitar 1998 dimana terjadi krisis moneter. Kala itu, keledai lokal mengalami kenaikan harga yang fantastis, sehingga banyak tempe tidak laku karena terlalu mahal.
Kemudian, masyarakat membuat beberapa kreasi dengan mengolah tempe yang tidak laku menjadi sebuah camilan keripik tempe. Kemudian dikemas menjadi keripik kekinian yang berhasil terkenal sampai saat ini.
Kawasan Sanan memiliki luas sekitar dua hektar, Nama “Sanan” berasal dari kata Sana (pohon Sanakeling).
Masyarakat yang menetap di sini sudah mulai tahun 1800-an. Namun, kala itu masih berbentuk desa. Awalnya, kawasan Sanan didiami pertama kali oleh buyut Chabibah atau Buyut Kibah. Kebiasaan warga sekitar membuat tempe konon sudah dimulai sejak ratusan tahun lalu.
Hingga kini, perkampungan yang dihuni sekitar kurang lebih dua ribu kepala keluarga ini memang mayoritas merupakan pengusaha dan pengrajin tempe. Sebanyak 95% mayoritas masyarakatnya tidak jauh dari kehidupan tempe.
Kini, sentra industri tempe Sanan telah merambat ke berbagai olahan. Seperti macam-macam keripik buah. Biasanya yang banyak diminati warga adalah keripik salak, keripik buah naga, keripik apel, keripik nangka, keripik singkong, keripik pisang bahkan keripik semangka dan aneka keripik sayur lainnya.
Memasuki tahun 2000-an, keripik tempe telah menjadi ikonik di Kota Malang. Bahkan banyak bisnis keluarga yang memproduksi tempe masih berdiri hingga turun temurun. Di tahun 2017, ada sekitar 400 pengrajin tempe di Kampung Sanan.
Dari jumlah tersebut, kebutuhan harian kedelai lokal hingga 30 ton itu dapat menghasilkan putaran uang hingga Rp 1 miliar.
Bagi para wisatawan yang mampir di Kota Malang, bisa langsung mengunjungi ke Jalan Sanan, Kecamatan Blimbing, kota Malang. Terdapat berbagai gerai besar pusat oleh oleh Sentral Industri Keripik Tempe. Terlebih, aksesnya bisa dilalui dengan sangat mudah karena tempatnya yang berada di tengah kota. (mg2/bob)









