Blok-a.com – Elon musk memecat CEO Twitter (Parag Agrawal), CFO (Ned Segal), Chief Content Moderator (Vijaya Gadde), serta General Counsel Twitter (Sean Edgett).
Elon musk telah resmi menjadi owner Twitter, Kamis (27/10/2022). Ia membeli Twitter seharga 44 Milyar USD atau sama dengan Rp 684.521.200.000.000 (Enam ratus delapan puluh empat triliun rupiah).
Setelah resmi membeli Twitter, Elon memecat empat petinggi Twitter. Alasan ia memecat empat pegawai tersebut sebagai berikut:
Musk dan Agrawal memiliki hubungan yang tidak baik. Hal ini mulai terjadi ketika Elon Musk mengunggah cuitan pada 9 April 2022 lalu.
“Is Twitter dying? (apakah twitter sedang sekarat?)” ujar Elon Musk dalam cuitan nya yang pada akhirnya dibawa ke pengadilan oleh Agrawal.
Mereka juga sempat berdebat mengenai jumlah pengguna di twitter. Elon Musk merasa dibohongi karena ia menemukan banyak akun twitter bot. Maka jumlah akun twitter yang asli tidak sebanyak yang diungkap oleh Agrawal. Namun, Agrawal menyangkal hal tersebut.
Langkah Musk pada Kamis malam menandakan niatnya untuk secara tegas menempatkan kepemimpinannya di Twitter. Musk secara terbuka mengkritik manajemen perusahaan untuk keputusan produk dan moderasi konten, dan mengatakan dia akan mengungkapkan akun mantan presiden Donald Trump.
“The bird is freed! (Burung ini telah dibebaskan!)” ujar Musk dalam cuitan nya.
Dia telah menyarankan bahwa dia ingin melonggarkan standar untuk pemolisian konten berbahaya seperti informasi yang salah dan ujaran kebencian. Dia juga mengecam apa yang disebut penyensoran oleh perusahaan media sosial.
“Still, Twitter obviously cannot become a free-for-all-hellscape, where anything can be said without consequences! (Tetap saja, Twitter tidak akan menjadi sebuah tempat dimana orang-orang bisa mengatakan apa saja tanpa konsekuensi!)” ujar Elon Musk kepada para pengiklan.










Balas
Lihat komentar