Keren! 50 Persen Atlet Dancesport Kota Malang Diisi Wajah Baru, Tapi Raup 8 Medali Emas

Keberhasilan atlet IODI memperoleh medali emas dalam ajang Porprov IX Jawa Timur (istimewa)
Keberhasilan atlet IODI memperoleh medali emas dalam ajang Porprov IX Jawa Timur (istimewa)

Kota Malang, blok-a.com – Kontingen Ikatan Olahraga DanceSport Indonesia (IODI) Kota Malang mencetak prestasi gemilang pada ajang Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) IX Jawa Timur (Jatim) 2025. Total delapan medali emas berhasil diraih, melampaui target awal yang ditetapkan sebanyak lima emas.

Ketua IODI Kota Malang, Inchie Indrawati, mengatakan keberhasilan ini tak lepas dari disiplin latihan dan program pemusatan latihan kota (Puslatkot) yang dijalankan secara konsisten sejak Februari.

“Anak-anak atlet rutin berlatih minimal dua kali seminggu. Menjelang Porprov, ada Puslatkot yang wajib diikuti. Jadi kita bisa kontrol kemajuan atau kekurangan tiap atlet, supaya mereka benar-benar siap di Porprov,” ujarnya, Rabu (26/6/2025).

Meski hanya mengirim jumlah atlet yang relatif sedikit, Inchie menilai capaian delapan emas ini membuktikan efektivitas program pembinaan jangka panjang.

“Porprov ini, hampir 50 persen atlet kami adalah atlet baru. Beberapa memang belum sempurna, tapi pengalaman adalah guru terbaik,” katanya.

Untuk menjaga semangat kompetisi dan sportivitas, Inchie selalu menanamkan nilai-nilai integritas kepada para atlet Dancesport Kota Malang. Motivasi untuk tampil maksimal ditekankan sebelum bertanding.

“Semua atlet kita bekali didikan untuk sportif dan to the best. Tujuan latihan adalah untuk menang. Nanti di floor, kalian menang atau kalah itu nggak masalah, yang penting sudah fight maksimal,” tegasnya.

Terkait penghargaan bagi atlet berprestasi, Inchie memastikan tidak ada potongan pada bonus medali emas dari Pemerintah Kota Malang.

“Bonus awal Rp 10 juta khusus medali emas. Itu langsung ditransfer oleh Dispora ke rekening masing-masing atlet. Dan kami tidak memotong apa pun. Full, bulat, karena bagi saya itu hak mereka,” jelasnya.

Lebih lanjut, ia menyebut sistem regulasi dalam Technical Handbook (THB) yang terus diperbarui mendorong pembinaan atlet baru, karena pemenang emas di nomor tertentu harus naik kelas pada Porprov selanjutnya.

“Ini bagus juga sebagai IODI untuk selalu mencari bibit-bibit baru,” pungkasnya.

Dengan komposisi muda dan semangat regenerasi, IODI Kota Malang membuktikan bahwa atlet-atlet baru pun mampu unjuk prestasi di tingkat provinsi. (yog)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com