Sidoarjo, blok-a.com – Ratusan santri menjadi korban runtuhnya bangunan Masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Al Khoziny, Buduran, Sidoarjo. Hingga Selasa (30/9/2025) malam, tim SAR gabungan berhasil mengevakuasi 11 korban dari reruntuhan.
Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Jawa Timur, sejauh ini, 26 pasien masih dirawat inap, 70 pasien pulang, satu pasien dirujuk, dan tiga santri tewas. Sebanyak 88 santri berhasil menyelamatkan diri sesaat setelah bangunan ambruk pada Senin (29/9/2025) sekitar pukul 15.00 WIB.
Para korban dievakuasi ke sejumlah rumah sakit, antara lain RSUD Sidoarjo, RSI Siti Hajar, RS Delta Surya, dan RSUD Notopuro.
SAR Mission Coordinator (SMC) Nanang Sigit menyampaikan, korban kesembilan ditemukan di Site A1 pada pukul 03.18 WIB dan langsung dibawa ke RS Delta Surya. Selanjutnya, korban kesepuluh dievakuasi pada pukul 04.55 WIB, disusul korban kesebelas pada pukul 06.05 WIB. Keduanya dirujuk ke RSUD Notopuro.
“Meski menghadapi kondisi reruntuhan bangunan yang tidak stabil dan banyaknya material, tim SAR tetap berupaya mengevakuasi korban dengan mengutamakan keselamatan,” ujar Nanang, yang juga Kepala Kantor SAR Surabaya.
Nanang menambahkan, kendala utama proses evakuasi adalah struktur bangunan yang rapuh serta tumpukan material beton yang menyulitkan pergerakan tim.
Pihaknya meyakini masih terdapat puluhan santri yang berada di dalam reruntuhan dalam kondisi hidup. Sebab, menurut informasi dari Ponpes Al Khoziny, terdapat kurang lebih 140 santri di dalam bangunan pada saat tragedi tersebut terjadi. Adapun 102 di antara mereka telah dievakuasi, sehingga diperkirakan masih ada 38 santri yang terjebak.
Operasi SAR ini melibatkan ratusan personel dari berbagai instansi, antara lain Kantor SAR Surabaya, BPBD Jawa Timur, BPBD Sidoarjo, TNI-Polri, PMI, Damkar, hingga organisasi relawan.
Surabaya Kerahkan Alat Canggih Bantu Evakuasi Korban Masjid Ambruk di Ponpes Al Koziny Sidoarjo
Pada hari kedua, Kantor SAR Surabaya mendapat tambahan personel dan peralatan dari Basarnas Special Group (BSG), Kantor SAR Semarang, dan Kantor SAR Yogyakarta.
Peralatan yang digunakan meliputi ekstrikasi, SCBA (Self-Contained Breathing Apparatus), peralatan evakuasi medis, serta perlengkapan pendukung penyelamatan lainnya.
Hingga Selasa malam, tim SAR gabungan masih berupaya membuka akses untuk menjangkau korban lain yang diperkirakan tertimbun reruntuhan.
Diketahui, bangunan masjid Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (28/9/2025) sekitar pukul 14.40 WIB, saat para santri tengah mengaji usai melaksanakan salat Asar berjamaah. Berdasarkan informasi lapangan, tiang pondasi bangunan dilaporkan tidak kuat menahan beban saat proses pengecoran lantai 4 masjid. (lio)










Balas
Lihat komentar