Sidoarjo, blok-a.com – Pemerintah Kota Surabaya mengerahkan tim penyelamat dan peralatan khusus untuk membantu proses evakuasi korban ambruknya bangunan masjid Pondok Pesantren (Ponpes) Al-Khoziny di Buduran, Sidoarjo, Senin (28/9/2025) lalu.
Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan (DPKP) Surabaya Laksita Rini Sevrian mengatakan, pihaknya menurunkan satu unit mobil Heavy Duty Rescue (HDR) lengkap dengan peralatan evakuasi, serta petugas gabungan DPKP dan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Surabaya.
“Teman-teman dari Sidoarjo menghubungi kami untuk meminta bantuan. Setelah mendapat izin dari Wali Kota Surabaya, tim Rescue Damkar Kota Surabaya langsung meluncur ke lokasi,” kata Laksita, Selasa (30/9/2025).
Menurutnya, kendaraan HDR dilengkapi berbagai peralatan canggih, seperti kamera, life detector untuk mendeteksi tanda-tanda kehidupan, serta shot camera dengan stik kamera yang dapat dimasukkan ke celah reruntuhan guna mencari korban yang masih hidup.
Bupati Sidoarjo Dampingi Proses Evakuasi Korban Ambruknya Masjid Ponpes Al Khoziny
“Ada pula peralatan penyangga atau penopang untuk menahan reruntuhan agar memudahkan evakuasi korban yang terjepit,” ujarnya.
Laksita menambahkan, dua regu personel telah diterjunkan ke lokasi sejak laporan pertama diterima dan hingga kini masih bekerja mengevakuasi korban.
“Alat dan tim masih berada di lokasi untuk melakukan proses evakuasi, karena masih ada beberapa santri yang terjebak dalam reruntuhan,” jelasnya.
Terkait jumlah korban, ia menyebutkan ada 28 santri yang berasal dari Surabaya.
“Infonya kalau dari Surabaya itu ada sekitar 28 orang. Kami terus berkoordinasi dengan tim di lapangan, baik dari provinsi maupun Basarnas untuk memberikan bantuan semaksimal mungkin,” katanya.
Kepala BPBD Surabaya, Irvan Widyanto, menambahkan bahwa pihaknya juga mengirimkan satu pleton tim rescue lengkap dengan perlengkapan penyelamatan.
“Peralatan tersebut di antaranya ada helm safety, alat pemotong besi, mesin penyangga hidrolis, lampu, dan jack hammer,” ujarnya.
Diketahui, bangunan masjid Ponpes Al-Khoziny ambruk pada Senin (28/9/2025) sekitar pukul 14.40 WIB, saat para santri tengah mengaji usai melaksanakan salat Asar berjamaah.
Ketua Relawan Antisipasi Solidaritas Bencana (Rentan) DPD Jawa Timur, Prihartono, mengungkapkan, berdasarkan informasi lapangan, tiang pondasi bangunan dilaporkan tidak kuat menahan beban cor.
“Sejak pagi dilakukan pengecoran lantai paling atas, yakni di lantai 4. Namun pada saat jamaah sedang melaksanakan salat Asar, tiang pondasi tidak kuat menahan beban cor. Sehingga mengakibatkan bangunan runtuh hingga lantai dasar,” jelasnya.(lio)










Balas
Lihat komentar