Pria Asal Situbondo Ditemukan Meninggal Membusuk di Kamar Kos Banyuwangi

Anggota Satreskrim Polsek Banyuwangi saat olah TKP penemuan pria asal Situbondo di kamar kos Banyuwangi, Senin (21/4/2025) malam. (Dok. Polsek Banyuwangi)
Anggota Satreskrim Polsek Banyuwangi saat olah TKP penemuan pria asal Situbondo di kamar kos Banyuwangi, Senin (21/4/2025) malam. (Dok. Polsek Banyuwangi)

Banyuwangi, blok-a.com – Seorang pria asal Situbondo ditemukan meninggal dunia dalam kondisi membusuk di dalam kamar kosnya di Jalan Kepiting, Kelurahan Tukangkayu, Kecamatan/Kabupaten Banyuwangi, Senin (21/4/2025) sekitar pukul 20.00 WIB.

Pihak kepolisian dari Polsek Banyuwangi segera melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) setelah menerima laporan warga, serta mengumpulkan bukti untuk penyelidikan lebih lanjut.

Kapolsek Banyuwangi Kota, AKP Hendry Christianto, mengungkapkan bahwa korban diketahui berinisial AAH (32), warga Kampung Kilen Selatan, Desa Kilensari, Kecamatan Panarukan, Kabupaten Situbondo.

“Korban diketahui memiliki riwayat penyakit paru-paru dan pembengkakan jantung. Namun, penyebab pasti kematian masih dalam penyelidikan,” ujar AKP Hendry kepada blok-a.com, Selasa (22/4/2025).

Menurut keterangan saksi, jenazah korban pertama kali diketahui pada pukul 19.00 WIB saat tetangga kos bernama Aulia Ramadhan dihubungi oleh rekan korban, Andinyuda Pratama (29), warga Dusun Sumbergayam, Desa Dasri, Kecamatan Tegalsari.

“Rekan korban menanyakan keberadaan AAH karena sejak Sabtu (19/4/2025) sudah tidak masuk kerja,” jelas AKP Hendry.

Aulia bersama pemilik kos, Aries Budianto, kemudian mendatangi kamar korban. Namun, saat itu pintu kamar dalam keadaan terkunci dari dalam.

Aries sempat pulang ke rumah untuk mengambil kunci cadangan, tetapi pintu tetap tidak bisa dibuka. Mereka lalu berusaha membukanya secara manual.

Setelah pintu berhasil dibuka, mereka menemukan kondisi kamar gelap dengan AC masih menyala. Korban ditemukan telah meninggal dunia, mengenakan kaus tanpa celana, dalam posisi terlentang di lantai samping kasur, dengan tubuh yang mulai membusuk dan bau menyengat.

“Setelah menemukan korban dalam kondisi meninggal dunia, saksi langsung menghubungi rekan korban dan pihak kepolisian,” tambah AKP Hendry.

Saksi juga menyebutkan bahwa terakhir kali melihat korban beraktivitas adalah pada Jumat (18/4/2025) melalui rekaman CCTV di area kos.

Jenazah kemudian dievakuasi ke rumah sakit dan pihak keluarga dihubungi. Setelah bibi korban, Anisa Riski Murniagara, datang ke rumah sakit, pihak keluarga menolak dilakukan otopsi dengan menandatangani surat pernyataan.

“Pihak keluarga menyatakan menerima kematian korban. Jenazah kemudian dibawa ke rumah duka menggunakan ambulans dari relawan,” tutup AKP Hendry Christianto.(kur/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com