Kota Malang, blok-a.com – Terjadi keretakan di jembatan kaca penghubung Kampung Tridi dan Kampung Warna-Warni Jodipan.
Keretakan itu terjadi di akses masuk ujung utara jembatan kaca itu.
Ketua RW 12 Kampung Tridi, Adnan menjelaskan, keretakan jembatan kaca di Kampung Warna-Warni Jodipan dan Kampung Tridi Kota Malang itu sudah terlihat sejak satu bulan lalu.
“Kalau untuk ngelupas hampir satu bulan. Tapi kami cek terus. Karena kapasitas pengunjung yang masuk di atas sekitar 100 orang,” jelasnya.
Satu bulan lalu hingga sekarang untungnya jembatan kaca itu tidak sampai memburuk kondisinya. Sebab saat ini kondisi wisatawan di kampung wisata itu sepi.
“Kadang 10 orang, 20 orang kadang-kadang tidak sampai, kan bergantian lewatnya dan tidak berjubel di situ. Dan tidak mungkin berjubel di situ kecuali pengunjung yang memang satu paket, satu bus. Tapi sekarang kenang agak sepi, jadi saat ini yang lewat di situ agak sepi,” ujarnya.
Namun dia khawatir, jika saat liburan tiba. Banyak wisatawan bakal membuat dia takut kondisi jembatan kaca yang berkapasitas maksimal 100 orang itu rusak.
“Takut seperti kejadian yang di Banyumas,” jelasnya.
Dia pun sudah melaporkan kondisi jembatan kaca Kampung Warna-Warni Jodipan ke Pemkot Malang melalui Disporapar Kota Malang.
“Tapi ini masih belum ada yang turun,” jelasnya.
Hasilnya, pihak pemerintah mau mengecek kondisi jembatan itu. Namun hingga kini tidak ada satupun pihak pemerintah yang berkunjung ke sana.
“Sebenarnya sudah lama sekitar satu bulanan (menyampaikan ke pemerintah),” kata dia.
Adnan pun berharap kehadiran pemerintah di sini. Sebab warga tidak bisa tahu bagaimana mengecek kelayakan kondisi jembatan kaca tersebut.
Pemerintah, dinilainya, mempunyai alat untuk mengecek kondisi jembatan kaca penghubung dua kampung wisata di Kota Malang itu.
“Pemerintah harusnya turun tangan secara langsung bagaimana kondisi jembatan itu layak atau tidaknya itu bisa dicek. Karena pembangunan yang dulu kita juga tidak tahu konstruksinya bagaimana,” jelasnya. (bob)










Balas
Lihat komentar