Dalam 24 Jam, Dua Kebakaran Terjadi di Banyuwangi

Petugas Polsek Bangorejo bersama warga melakukan olah TKP kebakaran yang menghanguskan dapur rumah di Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo, Senin malam (1/12/2025). (Dok Polsek Bangorejo untuk blok-a.com)
Petugas Polsek Bangorejo bersama warga melakukan olah TKP kebakaran yang menghanguskan dapur rumah di Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo, Senin malam (1/12/2025). (Dok Polsek Bangorejo untuk blok-a.com)

Banyuwangi, blok-a.com – Dua insiden kebakaran terjadi di wilayah hukum Polresta Banyuwangi dalam kurun waktu kurang dari 24 jam pada Senin (1/12/2025). Peristiwa tersebut berlangsung di dua lokasi berbeda, yakni pabrik plywood dan sebuah rumah warga.

Kebakaran pertama terjadi di pabrik plywood PT Albasia Prima Lestari (APL) di Dusun Krajan, Desa Benelan Lor, Kecamatan Kabat. Tidak ada korban luka maupun korban jiwa, namun kerugian ditaksir mencapai Rp10 juta.

Kapolsek Kabat, AKP Kusmin, menjelaskan sumber api pertama kali terlihat pada box mesin penampung serbuk kayu dari amplas plywood (DAKTING). Informasi itu diperoleh dari dua karyawan, Wicaksono (45) dan Ujang Sitiyanto (58).

Kebakaran diduga dipicu panas gesekan dari perputaran mesin yang memicu serbuk kayu terbakar. Api terlihat sekitar pukul 08.10 WIB.

“Kobaran api baru bisa dipadamkan dan didinginkan setelah 3 unit mobil Pemadam Kebakaran Banyuwangi tiba di lokasi kejadian,” imbuhnya.

Polsek Kabat telah melakukan penyelidikan dengan menghimpun keterangan saksi untuk memastikan penyebab pasti insiden tersebut.

Kebakaran Kedua: Dapur Rumah Warga Bangorejo Terbakar

Kebakaran kedua terjadi pada pukul 21.00 WIB di dapur rumah milik Mino Hariyanto (58), warga Dusun Tamansuruh, Desa/Kecamatan Bangorejo.

Kapolsek Bangorejo, AKP Hariyanto, mengungkapkan bahwa penyebab kebakaran berasal dari korsleting kabel listrik.

“Kebakaran hebat itu selain menghanguskan seluruh kayu dan bangunan dapur rumah, juga 1 mesin potong rumput, 1 mesin sanchin/mesin semprot duduk, 1 mesin gergaji kayu, 1 mesin obat gendong, obat-obatan pertanian, 1 kulkas, 1 sepeda gayung serta seluruh perabotan dapur lainnya,” ungkapnya.

Menurut keterangan saksi Agung (42), yang merupakan anak korban, titik api terlihat berasal dari kayu dapur yang berada dekat stop kontak listrik. Saksi kemudian mencabut kabel kulkas dan mengamankan sepeda motor sebelum meminta bantuan warga.

“Selanjutnya saksi meminta tolong warga sekitar dan melaporkan kejadian ke Polsek Bangorejo dan unit pemadam kebakaran,” imbuhnya.

Tidak lama berselang, petugas Polsek Bangorejo, Damkar unit Bangorejo, dan unit Genteng tiba di lokasi. Dengan bantuan warga, api berhasil dipadamkan.

“Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran tersebut, namun kerugian materiil korban diperkirakan sebesar Rp30 juta. Kami mengimbau kepada masyarakat, pastikan untuk memeriksa semua peralatan listrik dan kabel di rumah secara teratur, agar insiden kebakaran akibat korsleting listrik bisa diminimalisir,” tutup AKP Hariyanto.(kur/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com