Banjir di Desa Bungah Gresik Meluas, Lima Dusun Terendam Hingga Satu Meter

Hujan Deras melanda wilayah Kabupaten Gresik dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap.(istimewa)
Banjir luapan Sungai Bengawan solo merendam Desa Bungah Gresik.(Istimewa)

Gresik, blok-a.com – Hujan deras yang mengguyur wilayah Kabupaten Gresik dalam beberapa hari terakhir menyebabkan Sungai Bengawan Solo meluap. Akibatnya, banjir merendam sejumlah desa di Kecamatan Bungah dan Dukun.

Pantauan di lokasi pada Senin (19/5/2025) pukul 16.44 WIB, kondisi cuaca di lokasi masih mendung dan ketinggian air terus mengalami kenaikan.

Desa Bungah, Kecamatan Bungah menjadi salah satu titik terdampak paling parah. Lima dusun di desa tersebut dilaporkan terendam banjir dengan ketinggian air antara 20 cm hingga 100 cm.

Berikut rincian dampak banjir di Desa Bungah:

Dusun Nongko Kerep: 30 rumah terendam. Fasilitas umum seperti Masjid Muhajirin dan satu sekolah MIAS turut terdampak.

Dusun Bungah: 40 rumah terdampak banjir. Satu pondok pesantren Qomaruddin dan jalan lingkungan sepanjang 300 meter juga ikut tergenang.

Dusun Kaliwot: 40 rumah terendam. Musala, lapangan sepak bola, dan jalan sepanjang 300 meter tak luput dari banjir.

Dusun Dukuh: 35 rumah, satu sekolah PAUD, dan lahan sawah seluas 30 hektare terendam air. Jalan lingkungan sepanjang 250 meter juga terdampak.

Dusun Karangpoh: 55 rumah terendam. Fasilitas umum seperti musala, lapangan olahraga, dan jalan sepanjang 500 meter ikut terdampak. Sawah seluas 43 hektare pun ikut tergenang.

Banjir juga melanda Desa Sukowati di kecamatan yang sama. Di RT 01 RW 01, tercatat tiga rumah dan jalan sepanjang 300 meter tergenang air. Sawah seluas 19 hektare ikut terdampak.

Sementara itu, luapan Bengawan Solo juga merendam permukiman warga di Kecamatan Dukun. Di Desa Madumulyo, air setinggi 10–25 cm menggenangi 10 rumah, sementara jalan lingkungan tergenang 5–10 cm. Di Desa Jrebeng, tujuh rumah dilaporkan terendam.

Salah satu warga Dusun Kaliwot, Ismail, menyebut banjir mulai terjadi sejak Minggu (18/5/2025) malam.

“Banjir ini setinggi 70 cm, air sampai masuk rumah sejak habis Maghrib,” kata Ismail kepada blok-a.com.

Ia berharap pemerintah segera membangun tanggul agar banjir tak lagi jadi langganan.

“Ini sudah yang keempat kalinya. Kami minta segera dibangunkan tanggul yang kuat,” ujarnya.

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Gresik, F.X. Driatmiko Herlambang, menyebut banjir terjadi akibat meluapnya aliran Bengawan Solo.

“Kenaikan debit air sungai menyebabkan permukiman dan jalan tergenang. Tidak ada korban jiwa,” ujarnya.

BPBD Gresik melalui Tim Reaksi Cepat (TRC) telah turun ke lokasi untuk melakukan pemantauan dan koordinasi.

“Pemantauan terus kami lakukan bersama instansi terkait,” pungkas Driatmiko.(ivn/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com