Kota Malang, blok-a.com – Universitas Islam Malang (UNISMA) terus memperkuat kualitas lulusan Fakultas Kedokteran tidak hanya dari sisi akademik, tetapi juga karakter keagamaan. Sejak tahun pertama perkuliahan, mahasiswa kedokteran UNISMA diwajibkan mengikuti program khusus di Pondok Pesantren Arrozi.
Rektor UNISMA, Prof. Junaidi, menjelaskan bahwa langkah ini bertujuan membentuk fondasi kuat dalam pengetahuan, pemahaman, dan pengamalan nilai-nilai keislaman. Ia menambahkan, dengan begitu nantinya para mahasiswa ini akan menjadi dokter dengan implementasi amalia keagamaannya yang kuat.
“Di fakultas kedokteran itu pada tahun pertama harus mengikuti kegiatan di pondok pesantren. Sehingga penguatan peletakan dasar pengetahuan, pemahaman, dan karakter keagamaan bisa ditanamkan sejak awal,” jelasnya.
Selain kegiatan keagamaan, beberapa mahasiswa juga difasilitasi untuk menghafal Al-Qur’an selama di pesantren. Upaya ini menjadi bagian dari integrasi antara kecakapan medis dengan spiritualitas Islam.
“Ada juga mahasiswa yang di pondok pesantren itu belajar menghafal Al-Qur’an. Kita fasilitasi semuanya,” tambah Junaidi.
Tidak hanya fokus pada pembentukan karakter, UNISMA juga menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit untuk menunjang pendidikan profesi kedokteran. Setelah menyelesaikan program sarjana, mahasiswa akan memasuki tahap profesi (koas) dengan praktik di sejumlah rumah sakit mitra.
“Mahasiswa tidak hanya belajar di RSI UNISMA, tetapi juga di rumah sakit lain sesuai bidang yang sudah kami tetapkan. Misalnya saat mahasiswa belajar tentang paru, mereka ditempatkan di rumah sakit tertentu, begitu juga dengan bidang lainnya,” paparnya.
Dengan pendekatan terpadu antara pendidikan medis modern dan pembinaan berbasis pesantren, UNISMA berharap dapat melahirkan dokter yang tidak hanya kompeten secara keilmuan, tetapi juga memiliki karakter religius yang kuat dan mampu mengimplementasikannya dalam praktik kedokteran. (yog/bob)









