Kota Malang, blok-A.com – Aksi demontrasi kembali terjadi di kalangan mahasiswa. Aksi tersebut dilakukan sejumlah mahasiswa UIN Malang di Kampus 1 yang bertepatan di Jalan Gajayana, Malang, Senin (25/7/22).
Aksi demonstrasi tersebut disebabkan penolakan rektorat dan jajaran pimpinan UIN Malang untuk melakukan audiensi secara damai pada jumat lalu, (22/7/22).
“Jumat lalu kami ingin melakukan audiensi secara damai dan tertutup dengan para pimpinan, tapi kami tidak ditemui. Maka jangan salahkan kami jika melakukan aksi seperti ini di jalanan,” Ucap Mamang salah satu inisiator demonstrasi.
Aksi di jalanan tersebut dimulai dari gedung Student Center (SC) UIN Malang hingga gedung Ir. Soekarno atau gedung rektorat.
Sambil lalu berteriak dan bernyanyi menyuarkan aspirasi, mereka berjalan dan mengikuti komando secara serentak. Komando secara bergantian oleh para inisiasi aksi demonstrasi tersebut, terdiri dari ketua dan pengurus Dewan Eksekutif Mahasiswa (DEMA) dan Senat Mahasiswa (SEMA).
“Bersatu padu untuk demokrasi, banyak pembela dalam satu suara, untuk tugas suci yang mulia,” serentak mereka beryel-yel di jalan.
Usai sampai di depan gedung rektorat tersebut, mereka terus menyuarakan yel-yel bahkan kalimat-kalimat sindiran pada pimpinan. Mereka pun minta rektor turun.

“Kami disini menuntut keadlian, demi teman-teman kita disana yang kesusahan, diperbudak oleh birokrasi dan tuntutan bayar UKT yang tinggi,” Ucap salah satu dari mereka sambil berteriak di depan rektorat.
“Turun pak rektor, turun pak rektor sekarang juga,” serentak dari mereka berulang kali.
Sayangnya, mereka tak berhasil mendesak rektor UIN Malang, Prof. Dr. H. M. Zainuddin, M.A. Disampaikan oleh bapak Wakil Rektor 3 Bidang Kemahasiswaan, Dr. H. Ahmad Fatah Yasin, M.Ag., menyampaikan bahwa rektor sedang tidak ada ditempat.
“Anak-anakku sekalian, saya terharu melihat aksi kalin menyuarakan aspirasi. Namun bukan bermaksud tidak membantu kalian, hanya saja pak Rektor memang sedang tidak ada ditempat. Beliau sedang ada urusan,” Ucap Pak Fatah.
Rasa kecewa tentunya dirasakan oleh peserta demo. Usai menunggu dari sekitar jam 11.00 WIB dan akhirnya jam 1.30 WIB baru ditemui dengan kabar mengecewakan.
Namun dibalik itu beliau menyampaikan bahwa aspirasi dari mahasiswa tersebut mulai ditindaklanjuti.k
“Tapi bukan berarti kami tidak mendengar. Baru saja kami sudah meluncurkan SK baru mengenai UKT dan mekanisme banding UKT. Juga, SK kuliah offline pun sudah turun.,” lanjut pak Fatah.
Aksi demontrasi pun berakhir sekitar pukul 16.00 WIB, usai menyampaikan kembali tuntutan birokrasi melalui audiensi terbuka di depan massa yang ikut.
Semoga apa yang menjadi aspirasi mahasiswa tersebut benar dikabulkan, dan kejadian serupa di masa mendatang tidak kembali terjadi. (mg3/bob)










Balas