Kota Malang, blok-a.com – Badan Kerja Sama Antar Parlemen (BKSAP) DPR RI menyelenggarkan SDG’s Day dengan tema “Memperkuat Diplomasi Soft Power Parlemen Melalui Pendidikan dan Pertukaran Budaya”, di Kota Malang, Jawa Timur, Kamis (2/6/2022).
Dalam kegiatan tersebut, Wakil Ketua BKSAP Mardani Ali Sera mengapresiasi Pemerintah Kota Malang yang telah menjalankan 17 Sustainable Development Goals (SDG’s) dengan optimal.
“Kami bahagia datang ke Kota Malang. (Ada) 300 ribu lebih mahasiswa dari 57 perguruan tinggi betul-betul menjadi tempat yang subur bagi menumbuhkan iklim pertukaran budaya dan pendidikan,” kata Mardani
Selain aspek pendidikan dan kesehatan, sejumlah inisiatif membumikan 17 indikator SDGs dari Kota Malang turut dipaparkan. Contohnya keberhasilan inisiatif urban farming dan budidaya perikanan kota turut menurunkan angka prevalensi stunting dari 18 persen (2019) menjadi 9 persen (2021). Sekaligus berkontribusi pada pencapaian SDGs ke-2 tentang ketahanan pangan.
Wali Kota Sutiaji yang hadir bersama Wakilnya Sofyan Edi Jarwoko mencontohkan, bahwa semakin maraknya kegaduhan di dunia maya, terkikisnya budaya saling menghormati antarsesama, mengindikasikan adanya kesenjangan (gap) antara sistem pendidikan dan cita-cita mencerdaskan kehidupan bangsa. Sedangkan masih relatif tingginya angka pengangguran terdidik di kawasan perkotaan menjadi sebuah tantangan tersendiri keterhubungan institusi pendidikan dan pasar dunia usaha.
“Link and match harus diperkuat di tingkat pendidikan vokasi, kampus dan industri. Ini yg mendasari langkah Pemkot Malang bersinergi dengan sejumlah perguruan tinggi merintis pedoman kurikulum berbasis skill industri digital,” papar Sutiaji
Sementara itu, anggota Komisi IX DPR RI Arzeti Bilbina yang turut hadir dalam rombongan memuji kinerja Pemkot Malang di bidang kesehatan dengan menjadi pionir realisasi target Universal Health Coverage (UHC) sejak April 2021.
“Sangat baik terobosan langkah pak wali kota dan jajarannya dalam menghadirkan jaminan kesehatan. Juga isu lain seputar pekerja migran yang menjadi atensi kami,” tambah Arzeti. (heni)








