Magetan, blok-a.com – Pemerintah Kabupaten Magetan menargetkan predikat tertinggi Swasti Saba Wistara pada penilaian Kabupaten/Kota Sehat 2025.
Bupati Magetan, Nanik Endang Rusminiarti, memaparkan capaian, inovasi, dan prestasi daerah kepada tim verifikator nasional secara daring, Rabu (13/8/2025), dari Ruang Jamuan Pendopo Surya Graha.
Verifikasi awal dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur menunjukkan sebagian besar dari sembilan tatanan penilaian sudah melampaui target minimal 81 persen.
Di antaranya, kehidupan sehat mandiri 83 persen, pemukiman dan fasilitas umum 92 persen, pendidikan 86 persen, pasar sehat 85 persen, serta perkantoran dan perindustrian 95 persen.
Berbagai inovasi menjadi kekuatan Magetan, seperti Mayang Sari yang fokus menekan angka kematian ibu dan bayi, Anting Emas Asuh Balita Stunting yang menggerakkan program orang tua asuh bagi anak stunting, dan Jekmil Ojek Ibu Hamil yang memastikan ibu hamil mendapatkan pendampingan hingga ke fasilitas kesehatan. Ada pula layanan jemput bola bagi penderita penyakit tidak menular di wilayah terpencil.
Prestasi daerah ini turut dibuktikan melalui sejumlah penghargaan, antara lain Kabupaten Terbaik dalam penyelenggaraan imunisasi 2023 dari Kementerian Kesehatan Republik Indonesia, penghargaan eliminasi malaria 2024 dari Asosiasi Dinas Kesehatan Seluruh Indonesia, serta masuk lima besar capaian imunisasi campak-rubela di Jawa Timur.
Bupati Nanik menegaskan bahwa target ini hanya dapat dicapai dengan kerja cepat dan tepat.
“Kabupaten Magetan mengucapkan terima kasih atas arahan dan dukungan demi terwujudnya daerah yang bersih, nyaman, aman, dan sehat di sembilan tatanan. Sinergi dengan lembaga swadaya masyarakat akan memperkuat gerakan Kabupaten/Kota Sehat. Saya instruksikan seluruh kepala perangkat daerah terkait segera membenahi setiap kekurangan dalam waktu 2 x 24 jam agar persiapan menuju penilaian nasional berjalan optimal,” tegasnya.(nan/lio)









