Bulog Mojokerto Salurkan 14.373 Paket Beras, Kabulog Pastikan Bantuan 30 Kg per KPM Rampung September

Kepala Perum Bulog cabang Mojokerto Muhammad Husin didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Mojokerto saat menyerahkan bantuan beras kepada warga masyarakat di Kelurahan Meri, Kota Mojokerto (foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Kepala Perum Bulog cabang Mojokerto Muhammad Husin didampingi Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Kota Mojokerto saat menyerahkan bantuan beras kepada warga masyarakat di Kelurahan Meri, Kota Mojokerto (foto: Blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com — Perum Bulog Cabang Mojokerto bersama Pemerintah Kota Mojokerto mulai menyalurkan bantuan pangan berupa beras untuk masyarakat penerima manfaat. Sebanyak 14.373 keluarga penerima manfaat (KPM) di Kota Mojokerto menjadi sasaran bantuan pangan untuk periode alokasi Juli hingga September 2026.

Peluncuran penyaluran bantuan tersebut berlangsung di Kelurahan Meri, Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Senin (17/8/2026), dihadiri langsung Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari.

Kepala Perum Bulog Cabang Mojokerto, Muhammad Husin, mengatakan Bulog memastikan penyaluran bantuan pangan beras tersebut berjalan sesuai data penerima yang telah ditetapkan pemerintah.

“Pada hari ini dilakukan launching oleh Ibu Wali Kota untuk memberikan beras kepada warga Kota Mojokerto. Dalam kegiatan ini kami didampingi Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan beserta kepala bidang terkait,” kata Husin.

Menurut Husin, jumlah penerima bantuan pangan di Kota Mojokerto mencapai 14.373 KPM. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3.461 penerima berada di Kecamatan Kranggan. Sementara khusus Kelurahan Meri terdapat 721 penerima manfaat.

“Untuk periode kali ini, kami dari Perum Bulog menyalurkan bantuan pangan sebanyak 14.373 penerima. Rinciannya, sebanyak 3.461 penerima untuk Kecamatan Kranggan dan 721 penerima untuk Kelurahan Meri,” jelasnya.

Husin menjelaskan, setiap KPM menerima bantuan beras sebanyak 10 kilogram untuk setiap bulan. Karena bantuan dialokasikan selama tiga bulan, yakni Juli, Agustus, dan September 2026, maka masing-masing penerima mendapatkan total 30 kilogram beras.

“Setiap penerima pada kesempatan kali ini menerima beras sebanyak 10 kilogram. Untuk periode kali ini diberikan untuk tiga bulan, sehingga setiap penerima menerima total 30 kilogram,” ujarnya.

Ia menegaskan, Bulog Mojokerto berkomitmen menyelesaikan seluruh proses penyaluran bantuan pangan tersebut sesuai target yang telah ditentukan.

“Untuk penyelesaian penyaluran ditargetkan pada akhir September 2026 sudah selesai,” tegas Husin.

Lebih lanjut, Husin menyampaikan bahwa data penerima bantuan pangan yang digunakan Bulog mengacu pada Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN) dari Kementerian Sosial.

Karena itu, apabila terdapat masyarakat yang merasa memenuhi kriteria penerima namun belum masuk dalam daftar, pengusulan dapat dilakukan melalui pemerintah daerah secara berjenjang.

“Terkait data, kami berdasarkan data dari DTSEN Kementerian Sosial. Kalau memang ada usulan dan sekiranya masuk dalam desilnya, bisa diusulkan melalui kelurahan masing-masing secara berjenjang, mulai dari kelurahan, kecamatan, kemudian Dinas Sosial yang akan menyampaikan kepada Kementerian Sosial,” terang Husin.

Ia menambahkan, mekanisme tersebut penting untuk memastikan data penerima bantuan tetap sesuai dengan ketentuan pemerintah dan bantuan pangan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar masuk dalam kriteria.

Sementara itu, Wali Kota Mojokerto Ika Puspitasari mengatakan bantuan pangan tersebut merupakan program Badan Pangan Nasional yang disalurkan untuk membantu memenuhi kebutuhan pangan masyarakat.

“Bantuan ini merupakan bantuan pangan dari Badan Pangan Nasional untuk tahap keempat. Diserahkan untuk tiga bulan secara langsung, yakni Juli, Agustus, dan September. Jadi masing-masing KPM mendapatkan 30 kilogram beras,” kata Ika.

Penyaluran bantuan pangan di Kota Mojokerto dilaksanakan secara serentak mulai 13 hingga 23 Agustus 2026 di masing-masing kelurahan.

Selain penyaluran bantuan, Pemkot Mojokerto juga memanfaatkan momentum kegiatan masyarakat tersebut untuk mempercepat perekaman Identitas Kependudukan Digital (IKD).

Ika menargetkan perekaman IKD bagi warga Kota Mojokerto dapat mencapai 100 persen pada akhir 2026. Untuk mempercepat capaian tersebut, tim IKD dan Perlindungan Sosial (Perlinsos) diterjunkan di berbagai kegiatan yang melibatkan masyarakat.

“Kami ingin capaian perekaman IKD untuk warga Kota Mojokerto bisa 100 persen sampai akhir tahun 2026. Ketika perekaman IKD sudah 100 persen, berikutnya kami bisa membuat program-program yang ditautkan antara satu program dengan program lainnya,” pungkasnya.(Sya)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu lingkungan hidup, hukum dan kriminal, sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten/Kota Mojokerto, dan Jombang.