Gresik, Blok-a.com – Suasana haru dan khidmat menyelimuti ruang utama Masjid Agung Gresik pada Senin (9/3/2026). Ribuan anak yatim, dhuafa, serta para penghafal Al-Qur’an berkumpul dalam kegiatan Doa Bersama dan Santunan 1.500 Anak Yatim, yang digelar dalam rangka HUT Pemerintah Kabupaten Gresik ke-52 dan Hari Jadi Gresik ke-539.
Kegiatan yang diinisiasi oleh Pemerintah Kabupaten Gresik tersebut juga diisi dengan santunan kepada 1.000 dhuafa/yatim serta penyerahan insentif kepada 1.000 hufadz. Ini sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap masyarakat dan para penjaga Al-Qur’an.
Acara berlangsung khidmat dengan dihadiri jajaran Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani, Wabup dr. Asluchul Alif serta sejumlah mantan Bupati dan Wakil Bupati Gresik.
Dalam sambutannya, Bupati Gresik Fandi Akhmad Yani yang akrab disapa Gus Yani mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus menjaga kebersamaan dalam membangun daerah.
Menurutnya, momentum hari jadi ini bukan sekadar perayaan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa Gresik harus dibangun dengan semangat saling merangkul.
“Di usia Kabupaten Gresik ke-52 dan Hari Jadi Gresik ke-539 ini, kita ingin terus merangkul satu sama lain agar bisa tumbuh bersama. Termasuk merintis usaha kecil masyarakat yang selama ini berjuang mencari nafkah,” ujarnya.
Gus Yani juga menyinggung kebijakan efisiensi anggaran yang tengah dilakukan pemerintah daerah. Ia menegaskan bahwa efisiensi tersebut bukan bentuk penghematan semata. Melainkan wujud kepedulian agar setiap anggaran benar-benar sampai kepada masyarakat yang membutuhkan.
“Efisiensi ini adalah bentuk kepedulian yang terukur. Setiap rupiah harus sampai ke tangan yang benar,” tegasnya.
Selain itu, sektor kesehatan tetap menjadi prioritas utama melalui program Universal Health Coverage (UHC). Bupati memastikan seluruh masyarakat Gresik mendapatkan akses layanan kesehatan yang layak tanpa perlu merasa khawatir.
“Kesehatan adalah hak setiap warga. Melalui program UHC, masyarakat Gresik tidak perlu khawatir terkait layanan kesehatan,” kata Gus Yani.
Dalam momentum hari ulang tahun kali ini, Pemerintah Kabupaten Gresik juga memberikan “hadiah” bagi masyarakat berupa diskon Pajak Bumi dan Bangunan (PBB) sebesar 20 persen. Serta pengurangan Bea Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) Waris sebesar 50 persen.
Kebijakan tersebut mulai berlaku 9 Maret 2026 hingga satu bulan ke depan.
Menurut Gus Yani, kebijakan ini diharapkan dapat membantu masyarakat, khususnya dalam pengurusan warisan keluarga agar tidak menjadi beban bagi generasi penerus.
“Program ini menjadi bantuan nyata agar warisan orang tua tidak menjadi beban. Kita berharap ini membawa keberkahan, apalagi di bulan Ramadhan,” ujarnya.
Ia juga menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk terus mendukung pendidikan anak-anak dari keluarga petani dan nelayan agar memiliki kesempatan meraih masa depan yang lebih baik.
“Gresik adalah rumah bagi semua, baik yang kaya maupun sederhana, tua maupun muda. Semua memiliki tempat yang sama untuk tumbuh dan berkembang,” tambahnya.
Pada kesempatan tersebut, Bupati juga menyerahkan hadiah kepada para pemenang Sayembara Logo Hari Jadi Gresik tahun 2026.
Adapun pemenangnya yakni Juara I Mohammad Arif (Kecamatan Sidayu), Juara II Mohammad Amar Shidiq (Kecamatan Menganti), Juara III Ahmad Bahtiar (Kecamatan Sidayu), serta Juara Favorit Muhammad Afiful Andriyanto (Kecamatan Bungah). (ivn/ova)










Balas