DPRD dan Pemkot Mojokerto Kebut Pembahasan APBD 2026 di Tengah Efisiensi Anggaran

Rapat dengar pendapat DPRD kota Mojokerto dengan OPD bahas penyusunan APBD 2026.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)
Rapat dengar pendapat DPRD kota Mojokerto dengan OPD bahas penyusunan APBD 2026.(blok-a.com/Syahrul Wijaya)

Mojokerto, blok-a.com — Pemerintah Kota (Pemkot) Mojokerto bersama Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) mulai membahas Rencana Kegiatan dan Anggaran (RKA) untuk penyusunan APBD Tahun 2026.

Melalui serangkaian rapat dengar pendapat (hearing) antara komisi II DPRD dan organisasi perangkat daerah (OPD), pembahasan difokuskan pada penentuan prioritas pembangunan di tengah efisiensi anggaran dan penurunan dana transfer pusat.

Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, menjelaskan, seluruh komisi kini tengah menelaah usulan program dari masing-masing OPD untuk memastikan arah kebijakan keuangan tahun depan benar-benar tepat sasaran dan memberi manfaat langsung bagi masyarakat.

“Hearing ini untuk memastikan program yang diajukan OPD sesuai kebutuhan daerah dan kondisi fiskal kita. Efisiensi memang perlu, tapi jangan sampai menurunkan kualitas pelayanan publik,” ujar Ery, Kamis (13/11/2025).

Ery menambahkan, DPRD akan menggelar Rapat Paripurna pada Senin mendatang dengan agenda penyampaian Nota Penjelasan APBD 2026 oleh Wali Kota Mojokerto. Setelah itu, pembahasan intensif bersama OPD dijadwalkan berlangsung mulai 19 hingga 22 November 2025.

“Mulai minggu depan, pembahasan akan dilakukan secara maraton. Kami ingin APBD 2026 bisa disahkan tepat waktu, agar pelaksanaan program tahun depan tidak terhambat,” tambahnya.

Pada tahap awal, Komisi II DPRD melakukan hearing dengan Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang serta Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (DPUPR Perakim), sementara komisi lainnya berdialog dengan Diskominfo dan sejumlah OPD lain. Setiap OPD diminta menjelaskan secara rinci rencana kegiatan, terutama yang berkaitan dengan pembangunan infrastruktur dan layanan publik.

Sementara itu, Plt Kepala DPUPR Perakim Kota Mojokerto, Endah Supriyani, mengatakan pihaknya siap mempercepat pelaksanaan kegiatan dan memastikan seluruh proyek berjalan optimal pada tahun anggaran 2026.

“Kami akan bekerja maksimal dan memastikan tidak ada proyek yang gagal tender. Semua kegiatan diarahkan agar hasilnya benar-benar dirasakan masyarakat,” tegas Endah.

Langkah percepatan pembahasan APBD ini diharapkan mampu menjaga stabilitas pembangunan daerah meski menghadapi keterbatasan fiskal.

DPRD dan Pemkot menargetkan rancangan APBD 2026 rampung sesuai jadwal, sehingga seluruh program prioritas mulai dari peningkatan infrastruktur hingga penguatan layanan dasar bisa segera direalisasikan sejak awal tahun.(sya/lio/adv)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com