Sidoarjo, blok-a.com – Lambannya progres revitalisasi Alun-alun Sidoarjo membuat Bupati Sidoarjo, Subandi, mengambil langkah tegas. Ia mempersilakan Aparat Penegak Hukum (APH) masuk dan melakukan pemeriksaan apabila ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek tersebut.
Proyek revitalisasi yang bernilai Rp24,6 miliar itu hingga kini belum diselesaikan oleh kontraktor pelaksana, PT Samudera Anugerah Indah (SAI).
Padahal, pada pertengahan Desember 2025 proyek tersebut seharusnya sudah diserahterimakan kepada Pemerintah Kabupaten Sidoarjo.
Subandi menjelaskan bahwa proyek ini termasuk yang mendapat pengawasan langsung dari Inspektorat pusat. Karena itu, ia mengingatkan seluruh pihak terkait agar tidak bermain-main dalam pelaksanaannya.
“Sidoarjo ini langganan KPK pak. Sampai kapan, nek wong Sidoarjo jek gelem dulinan seperti ini. Kita kasih kesempatan APH silahkan masuk. Saya bupati siap, silahkan masuk cek semuanya. Biar tidak ada permainan di Sidoarjo,” tegas Bupati Subandi saat melakukan sidak bersama Kepala DLHK Sidoarjo, Bahrul Amig, Jumat (5/12/2025).
Ia kembali menegaskan bahwa pemerintah daerah membuka ruang bagi aparat hukum untuk memeriksa pelaksanaan proyek apabila ditemukan kejanggalan.
“Kita mempersilahkan Aparat Penegak Hukum memeriksa, jika nantinya proyek revitalisasi Alun-alun Sidoarjo terindikasi berjalan tidak sesuai aturan,” ungkapnya.
Progres Dinilai Mengecewakan
Bupati Subandi menyebut progres pekerjaan sangat jauh dari yang seharusnya. Bahkan ia pesimistis proyek tersebut dapat selesai sesuai kontrak kerja.
“Saya lihat ini tidak 20 persen deviasi. Wong kelihatan acak-acakan kok deviasi 20 persen. Padahal waktu tinggal sepuluh hari,” jelasnya.
Melihat kondisi ini, ia memerintahkan Kepala DLHK Sidoarjo untuk memperketat pengawasan. Menurutnya, Alun-alun Sidoarjo merupakan salah satu ruang publik utama dan harus memberikan manfaat maksimal bagi warga.
“Alun-alun ini akan dirasakan manfaatnya semua warga Sidoarjo. Jangan sampai anggaran yang begitu dikeluarkan pemerintah daerah, namun realitanya masyarakat Sidoarjo yang memiliki Alun-alun ternyata kecewa,” ujarnya.(fah/lio)










Balas
Lihat komentar