200 Tukang Becak Gresik Terima Becak Listrik dari Presiden Prabowo

Teks foto : Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik (kanan) dan Firman Dahlan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN (kiri) mencoba menaiki becak listrik bantuan presiden Prabowo Subianto.(blok-a.com/ivan) Pewarta : Ivan Ringankan Beban Pengemudi Lansia, Presiden Prabowo Beri 200 Becak Listrik ke Warga Gresik Gresik, blok-a.com - Sebanyak 200 pengemudi becak kayuh di Kabupaten Gresik resmi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik, Rabu (4/2/2026). Bantuan becak listrik ini bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), dan dipastikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN). Program tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi rakyat sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah, khususnya pengemudi becak. Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat kecil di daerah. Menurutnya, kehadiran becak listrik akan sangat membantu meringankan beban fisik para pengemudi becak, terutama yang telah lanjut usia. “Apresiasi dan rasa terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya pengemudi becak. Selain meringankan beban kerja, becak listrik ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan menekan angka kemiskinan,” ujar Bupati. Ia menambahkan, becak listrik juga berpeluang menjadi ikon baru pariwisata ramah lingkungan di Kabupaten Gresik. Dengan teknologi nol emisi dan bebas kebisingan, moda transportasi ini dinilai selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan. Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani juga berpesan agar para penerima bantuan dapat merawat becak listrik dengan baik agar usia pakainya lebih panjang. Terkait keberlanjutan operasional, Pemkab Gresik berencana menjalin kerja sama dengan PLN untuk penyediaan infrastruktur pengisian daya. “Untuk kelangsungan bahan bakar kendaraan listrik, kami akan duduk bersama pihak PLN guna membahas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” jelasnya. Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjut Bupati, berkomitmen melakukan pemantauan terhadap operasional dan perawatan becak listrik. Penambahan SPKLU juga akan dilakukan secara bertahap guna memastikan keberlanjutan penggunaan kendaraan ramah lingkungan tersebut. Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan, menegaskan bahwa program becak listrik ini merupakan bentuk bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak di daerah. Secara teknis, Firman menjelaskan bahwa becak listrik memiliki kecepatan maksimal 15 kilometer per jam demi menjaga aspek keselamatan. Selain itu, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya dan tidak menghasilkan emisi karbon. “Kategori penerima bantuan ini adalah pengemudi becak kayuh berusia di atas 55 tahun, sehingga diharapkan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi penerima,” pungkasnya.(ivn)
Teks foto : Fandi Akhmad Yani Bupati Gresik (kanan) dan Firman Dahlan, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN (kiri) mencoba menaiki becak listrik bantuan presiden Prabowo Subianto.(blok-a.com/ivan)

Gresik, blok-a.com – Sebanyak 200 pengemudi becak kayuh di Kabupaten Gresik resmi menerima bantuan becak listrik dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto. Penyerahan bantuan tersebut dilaksanakan di Rumah Dinas Wakil Bupati Gresik, Rabu (4/2/2026).

Bantuan becak listrik ini bersumber dari dana pribadi Presiden Prabowo Subianto melalui Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional (GSN), dan dipastikan tidak menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

Program tersebut menjadi bagian dari upaya modernisasi transportasi rakyat sekaligus peningkatan kesejahteraan masyarakat menengah ke bawah, khususnya pengemudi becak.

Bupati Gresik, Fandi Akhmad Yani, menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih atas perhatian Presiden kepada masyarakat kecil di daerah. Menurutnya, kehadiran becak listrik akan sangat membantu meringankan beban fisik para pengemudi becak, terutama yang telah lanjut usia.

“Apresiasi dan rasa terima kasih kami sampaikan kepada Bapak Presiden Prabowo Subianto. Bantuan ini sangat membantu masyarakat kami, khususnya pengemudi becak. Selain meringankan beban kerja, becak listrik ini juga berpotensi meningkatkan pendapatan keluarga dan menekan angka kemiskinan,” ujar Bupati.

Ia menambahkan, becak listrik juga berpeluang menjadi ikon baru pariwisata ramah lingkungan di Kabupaten Gresik. Dengan teknologi nol emisi dan bebas kebisingan, moda transportasi ini dinilai selaras dengan konsep pariwisata berkelanjutan.

Dalam kesempatan tersebut, Bupati Yani juga berpesan agar para penerima bantuan dapat merawat becak listrik dengan baik agar usia pakainya lebih panjang.

Terkait keberlanjutan operasional, Pemkab Gresik berencana menjalin kerja sama dengan PLN untuk penyediaan infrastruktur pengisian daya.

“Untuk kelangsungan bahan bakar kendaraan listrik, kami akan duduk bersama pihak PLN guna membahas pembangunan Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU),” jelasnya.

Pemerintah Kabupaten Gresik, lanjut Bupati, berkomitmen melakukan pemantauan terhadap operasional dan perawatan becak listrik. Penambahan SPKLU juga akan dilakukan secara bertahap guna memastikan keberlanjutan penggunaan kendaraan ramah lingkungan tersebut.

Sementara itu, Direktur Perencanaan dan Pengembangan Usaha Yayasan GSN, Firman Dahlan, menegaskan bahwa program becak listrik ini merupakan bentuk bantuan pribadi Presiden Prabowo Subianto untuk meningkatkan kesejahteraan pengemudi becak di daerah.

Secara teknis, Firman menjelaskan bahwa becak listrik memiliki kecepatan maksimal 15 kilometer per jam demi menjaga aspek keselamatan. Selain itu, kendaraan ini mampu menempuh jarak hingga 40 kilometer dalam sekali pengisian daya dan tidak menghasilkan emisi karbon.

“Kategori penerima bantuan ini adalah pengemudi becak kayuh berusia di atas 55 tahun, sehingga diharapkan benar-benar tepat sasaran dan memberi dampak nyata bagi penerima,” pungkasnya.(ivn/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com