Kota Malang, Blok-a.com – Pemerintah Kota Malang bersama dengan Dewan Perwakilan Daerah (DPRD) Kota Malang gelar rapat paripurna dengan agenda penyampaian jawaban Wali Kota atas PU fraksi terhadap Ranperda tentang APBD, Selasa (1/11/2022).
Dalam rapat paripurna, Wali Kota Malang, Sutiaji menuturkan bahwa terkait Ranperda Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) anggaran yang di ajukan di tahun 2023 melalui analisis Strength Weakness Opportunity and Threat (SWOT) serta sesuai dengan kepentingan publik.
“Tentu yang kami ajukan ini tidak asal-asalan, sudah melalui SWOT, kepentingan kita kedepan itu apa dan seterusnya,” tuturnya.
Terkait dengan pandangan DPRD mengenai penting atau tidaknya Ranperda APBD yang diajukan, Sutiaji menuturkan hal tersebut kemungkinan didasari oleh adanya sudut pandang yang berbeda.
“Penting dan tidak pentingnya, ya karena mungkin perbedaan sudut pandang dan dimensi nanti kita samakan,” tambahnya.
Sutiaji berharap, Pemkot dan DPRD memiliki sudut pandang yang sama mengenai Ranperda APBD 2023 demi memenuhi kepentingan masyarakat.
Terpisah, Ketua DPRD Kota Malang, I Made Rian Diana Kartika, menargetkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) harus ditingkatkan di tahun 2023. Dengan demikian, Anggaran Belanja Pegawai yang semula 40% dapat diturunkan menjadi 30% di tahun 2023.
Made meyakini dengan total PAD saat ini Rp 1,1 triliun serta dengan SILPA yang ada, Kota Malang mampu mencapai di angka 30% untuk belanja pegawainya di tahun 2023.
“Agar belanja pegawai tidak boleh di atas 30 persen, ya PAD nya yang harus ditingkatkan. Saya yakin dengan PAD sekarang kita mampu di tahun 2023 di angka 30% untuk belanja pegawainya,” ujar Made.
Lebih lanjut, Made menegaskan bahwa di tahun 2023 target PAD berada di angka Rp 2,7 triliun. Alasan dari peningkatan target PAD tahun 2023 adalah agar anggaran belanja pegawai dapat dipotong menjadi 30% tanpa melakukan pengurangan pegawai.
“Kita harus di angka 2,7 triliun belanja kita, sekarang kan masih di angka 2,3 triliun, kalau sekarang targetnya 1,13 triliun maka itu komposisinya akan menjadi pas PAD nya. Otomatis kalau pendapatan naik maka belanjanya pasti naik,” pungkas Made.










Balas
Lihat komentar