KOTA MALANG – Stunting nyatanya masih menjadi momok untuk Kota Malang. Saat ini minat masyarakat Kota Malang untuk makan ikan masih terbilang rendah yaitu 29 Kg perkapita pertahun. Angka ini jauh di bawah provinsi Jawa Timur yang mencapai angka 36 Kg perkapita pertahun dan tingkat nasional yang tercatat 51 Kg perkapita pertahun.
Pemerintah Kota (Pemkot) Malang pun menggalakkan kampanye masyarakat Gemar Makan Ikan (Gemarikan). Dalam kampanye ini, pemenuhan gizi dan nutrisi dipenuhi dengan fokus mengonsumsi ikan. Sebab kandungan didalamnya mampu memenuhi gizi seimbang dalam tubuh balita ataupun anak-anak.
Wali Kota Malang Sutiaji mengatakan kampanye Gemarikan tentunya harus didukung oleh semua pihak. Baik masyarakat umum maupun Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di lingkup Pemkot Malang.
“Saya mau OPD di lingkungan Pemkot Malang ikut serta dalam menjadikan gerakan ini sebagai salah satu program kegiatan di tahun mendatang. Sehingga target kita untuk zero stunting tahun 2021 akan bisa tercapai,” terang Sutiaji, Minggu (22/11).
Senada Wakil Wali Kota Malang Sofyan Edi Jarwoko juga menambahkan bahwa di tahun-tahun berikutnya OPD bisa menyiapkan anggaran khusus untuk mengkampanyekan Gemarikan. Sehingga masyarakat akan lebih banyak teredukasi dan dapat menerapkan hal tersebut dilingkungan.
“Kalau OPD ikutan kampanye Gemarikan kan tentu saja akan sangat membantu pemerintah agar zero stunting di Kota Malang dapat segera tercapai,” kata Wawali Malang.
Mengkonsumsi ikan juga menjadi salah satu upaya agar asupan gizi seimbang bagi tubuh dapat terpenuhi. Sehingga bila rutin dilakukan maka bisa menjadi upaya pencegahan terjadinya stunting pada anak dan membuat anak lebih cerdas.
“Ini penting menjadi perhatian kita bersama karena dengan makan ikan maka tubuh sehat dan kuat, tak hanya untuk pencegahan stunting tapi anak-anak kita juga akan lebih cerdas,” ungkapnya.










Balas