Kabupaten Malang, blok-a.com – Wakil Bupati Malang, Hj. Lathifah Shohib mengungkapkan kegelisahannya terkait berkurangnya minat anak muda terhadap dunia pertanian. Hal itu ia sampaikan dalam kegiatan konsolidasi Program Youth Entrepreneurship and Employment Support Services (YESS) di Polbangtan Malang.
“Hari ini kegelisahan saya terjawab. Saya sebagai anak seorang petani khawatir anak-anak muda sekarang sudah kehilangan minat menjadi petani karena beranggapan bahwa pekerjaan ini kotor karena bergelut dengan tanah. Padahal, jika didalami secara serius, pertanian memiliki prospek usaha yang begitu besar,” ujar Lathifah yang akrab disapa Bu Nyai.
Menurutnya, Program YESS menjadi langkah strategis untuk melibatkan anak muda di Kabupaten Malang membangun sektor pertanian. Dengan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi, Lathifah optimis pertanian di Kabupaten Malang akan semakin produktif dan berdaya saing.
“Program YESS adalah langkah strategis untuk melibatkan generasi milenial dalam membangun sektor pertanian. Anak-anak muda diharapkan mampu menghadirkan inovasi, kreativitas, dan pemanfaatan teknologi sehingga pertanian kita semakin produktif dan berdaya saing,” tegasnya.
Ia menambahkan, Kabupaten Malang sebagai daerah agraris dengan basis perdesaan kuat, memiliki tanggung jawab menjaga ketahanan pangan baik untuk kebutuhan domestik maupun ekspor.
Mengacu pada data Kabupaten Malang Dalam Angka (KMDA) 2025, jumlah penduduk Kabupaten Malang mencapai 2.734.898 jiwa, dengan 69,51 persen berada pada usia produktif (15–64 tahun). “Potensi besar ini harus diarahkan agar generasi muda berkontribusi aktif melalui ide kreatif serta inovasi di bidang pertanian,” ujar Bu Nyai.
Data Polbangtan Malang mencatat saat ini ada 67.616 penerima manfaat Program YESS di lima kabupaten, yakni Banyuwangi, Malang, Pacitan, Pasuruan, dan Tulungagung. Dari jumlah itu, 44 persen merupakan wirausaha di sektor pertanian, dengan total hibah kompetitif yang disalurkan mencapai Rp 37,7 miliar. Kabupaten Malang sendiri menerima Rp 7,8 miliar.
Di hadapan sekitar 500 peserta yang terdiri dari mahasiswa Polbangtan dan petani milenial, Wabup Lathifah berharap konsolidasi ini tidak hanya sebatas ajang silaturahmi, melainkan wadah untuk menganalisis potensi, tantangan, sekaligus merumuskan langkah tindak lanjut keberlanjutan program YESS dan penguatan klaster komoditas.
“Sinergi seluruh pemangku kepentingan sangat diperlukan. Dengan komitmen bersama, kita optimis pertanian Kabupaten Malang tidak hanya menjadi sektor unggulan, tetapi juga primadona yang memberi manfaat besar bagi kesejahteraan masyarakat,” pungkasnya. (yog/bob)










Balas