Truk Tangki Tanpa Label Seliweran di Gresik, Diduga Angkut BBM Ilegal

Truk pengangkut HSD yang diduga ilegal berkeliaran di wilayah Manyar, Kabupaten Gresik.
Truk pengangkut HSD yang diduga ilegal berkeliaran di wilayah Manyar, Kabupaten Gresik.(dok. blok-a.com)

Gresik, blok-a.com – Sebuah truk tangki pengangkut BBM Industri yang diduga ilegal bebas melintas di wilayah Manyar, Kabupaten Gresik.

Dari ciri warna truk tangki ini berbeda dari kendaraan resmi pengangkut BBM Industri lainnya.

Kepala truk ini berwarna biru, namun lambung tangki berwarna hitam. Tanpa label atau identitas perusahaan. Hanya bertuliskan HSD, kode muatan solar industri.

HSD adalah akronim dari high speed diesel, atau solar untuk mesin industri.

Diduga truk ini masuk di jaringan bisnis HK, yang disebut-sebut masih satu lingkaran dengan AT, pemain solar ilegal yang kerap lolos dari sergapan aparat penegak hukum di wilayah Kabupaten Gresik.

Diduga Sengaja Kelabui Aparat

Informasi yang digali blok-a.com, truk ini diduga sengaja tanpa mencantumkan identitas perusahaan untuk mengelabui aparat.

Dengan begitu akan menyamarkan nama pemilik, muatan, dan berapa takaran tangki.

“Ini patut diduga tidak memiliki izin transportir BBM migas, karena truk itu, tangkinya tanpa label ID nama perusahaan di lambungnya,” ujar sumber blok-a.com, selaku pebisnis solar, Senin (14/8/2023).

“Kalo truk resmi kepala truk warnanya biru, tangki berwarna warna putih kombinasi atas biru, dan diberi label ID PT pada lambungnya, selain ada label HSD dan beberapa tanda peringatan. Ini kok berbeda dari lainnya. Polisi biasa ya gak mungkin tahu. Padahal setiap truk pengangkut BBM wajib mengantongi izin transportir,” ujarnya.

Sebelumnya, blok-a.com melakukan pemantauan aktivitas truk ini.

Kendaraan terlihat keluar masuk gudang garasi di wilayah Manyar, Gresik.

Ketika keluar, truk tangki hitam ini langsung menuju ke arah barat ke arah Duduk Sampeyan.

Menurut sumber yang diterima, diduga truk ini hendak mengambil solar yang sudah disiapkan di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya.

Solar-solar ini diduga dikumpulkan dari beberapa SPBU di wilayah Bojonegoro dan sekitarnya menggunakan kendaraan modifikasian.

Setelah terkumpul, diduga solar-solar subsidi ini disulap menjadi solar industri secara ilegal kemudian diangkut oleh truk tangki warna hitam ini langsung menuju ke pemesan untuk keperluan industri.

Kebetulan, wartawan blok-a.com memergoki truk di depan gudang, Selasa (15/8/2023) malam.

Saat ditanyakan keapda salah satu awak truk, ternyata benar truk ini milik HK.

Dari sinilah blok-a.com, langsung berusaha mengkonfirmasi HK, melalui sejumlah nomor telepon yang ada. Namun sayang tidak ada jawaban.

Secara terpisah, Ipda Nurbudi Kanit Tipiter Unit IV Satreskrim Polres Gresik, ogah menjawab pertanyaan wartawan terkait aktivitas truk tangki warna hitam ini.

Hal itu kontraproduktif dengan upaya Mabes Polri dalam mengawasi penyalahgunaan BBM bersubsidi dan distribusi Migas ilegal.

Catatan media ini, sekira Juli lalu Bareskrim Polri meringkus praktik penyalahgunaan BBM industri ilegal di wilayah Pasuruan. Tiga orang diamankan, yakni AW, BFP, dan S.

Barang bukti yang diamankan dari TKP di gudang penyimpanan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar didapati 5 tangki duduk kapasitas 32 ribu liter, 1 tangki pendam kapasitas 4 ribu liter, 1 set instalasi pipa pengisian, mesin pompa, dan BBM solar subsidi.

Ketiganya dijerat pasal 55 UU nomor 22 tahun 2021 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah pasal 40 angka 9 UU nomor 6 tahun 2023 tentang penetapan peraturan pemerintah pengganti UU tahun 2022 tentang cipta kerja yang menjadi UU Juncto pasal 54 ayat 1 ke 1 KUHP.

Ancaman pidananya penjara paling lama 6 tahun dan denda paling tinggi Rp6 miliar.(ivn/kim)

Kirim pesan
Butuh bantuan?
Hai, apa kabar?
Apa yang bisa kami bantu?