Magetan, Blok-a.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Magetan bersiap melanjutkan pembangunan Sirkuit Suryo melalui tahap kedua pada tahun 2026. Proyek lanjutan tersebut akan didukung Bantuan Keuangan Khusus (BKK) dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur (Jatim), senilai Rp10 miliar yang difokuskan untuk melengkapi berbagai fasilitas penunjang sirkuit.
Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga (PORA) Dinas Pendidikan, Kepemudaan dan Olahraga (Dikpora) Magetan, Wahyu Wijayanto, mengatakan saat ini proses masih berada pada tahap penyusunan dokumen perencanaan. Tahapan tersebut ditargetkan rampung pada awal Juli 2026 sebelum diajukan ke Pemprov Jatim sebagai syarat pencairan bantuan.
“Sekarang masih tahap penyusunan perencanaan. Setelah selesai awal Juli nanti akan kami sampaikan ke provinsi, kemudian menunggu proses transfer anggaran masuk ke APBD sebelum dilanjutkan ke tahap pengadaan dan pelaksanaan pembangunan,” ujar Wahyu, Senin (8/6/2026).
Menurut Wahyu, penggunaan dana BKK telah diarahkan untuk memenuhi kebutuhan prioritas yang direkomendasikan oleh Ikatan Motor Indonesia (IMI) Jawa Timur. Hasil koordinasi antara Dikpora dan IMI menghasilkan 11 item pembangunan yang dinilai penting guna menunjang penyelenggaraan kejuaraan balap resmi di Sirkuit Suryo.
Beberapa fasilitas yang masuk daftar prioritas antara lain tribun penonton, gate start, pagar pengaman lintasan, ruang sekretariat, VIP lounge, lampu penerangan sirkuit, sistem pengeras suara, hingga perbaikan aspal yang mengalami ambles di tikungan. Selain itu, juga direncanakan pembangunan akses penghubung dari lintasan menuju area paddock.
“Ada 11 item yang diusulkan. Pelaksanaannya nanti menyesuaikan kemampuan anggaran. Kalau mencukupi tentu akan dikerjakan seluruhnya, tetapi jika belum memungkinkan maka akan ditentukan skala prioritas,” jelasnya.
Di luar usulan tersebut, Pemkab Magetan masih memiliki sejumlah rencana pengembangan lain seperti pembangunan mushola dan penyempurnaan lapisan aspal lintasan. Namun, kedua fasilitas tersebut belum masuk dalam paket pekerjaan yang dibiayai melalui BKK tahun ini.
Untuk kawasan paddock, pengembangan akan mengacu pada masterplan yang telah disusun. Pada lahan kosong di sisi ujung kompleks sirkuit direncanakan berdiri bangunan bertingkat yang akan difungsikan sebagai ruang sekretariat, VIP lounge, sekaligus race control.
Wahyu menuturkan, gedung tersebut dirancang menjadi salah satu ikon fasilitas sirkuit karena memiliki pandangan langsung ke lintasan balap serta panorama pegunungan yang mengelilingi kawasan Sirkuit Suryo.
Sementara itu, pembangunan gerbang utama atau branding kawasan sirkuit yang berada di bagian depan belum menjadi prioritas dalam penggunaan dana BKK. Pemkab Magetan berencana mencari sumber pendanaan alternatif melalui program Corporate Social Responsibility (CSR) dari perusahaan.
Berdasarkan perhitungan awal dalam masterplan, total kebutuhan anggaran untuk menyelesaikan pembangunan Sirkuit Suryo diperkirakan mencapai sekitar Rp35 miliar, belum termasuk pembangunan pagar keliling. Hingga saat ini, pembangunan sirkuit telah menghabiskan anggaran sekitar Rp18 miliar dari beberapa tahap pekerjaan sebelumnya.
“Pembangunan tahap pertama sekitar Rp13 miliar lebih, kemudian dilanjutkan tahap berikutnya sekitar Rp4 miliar. Total yang sudah terealisasi kurang lebih Rp18 miliar, belum termasuk BKK Rp10 miliar yang akan digunakan tahun ini,” ungkapnya.
Setelah dokumen perencanaan rampung, Pemkab Magetan akan melanjutkan koordinasi dengan tim teknis, Unit Pengadaan Barang dan Jasa (PBJ), serta Inspektorat untuk menentukan mekanisme pengadaan dan jadwal pelaksanaan pekerjaan.
Apabila seluruh tahapan berjalan sesuai jadwal, pembangunan tahap kedua Sirkuit Suryo diproyeksikan mulai dikerjakan pada Agustus 2026. Kehadiran berbagai fasilitas pendukung tersebut diharapkan dapat meningkatkan standar kelayakan sirkuit sekaligus memperkuat posisi Magetan sebagai salah satu destinasi olahraga otomotif di Jawa Timur. (nan)










Balas
Lihat komentar