Blok-A.com – Sejarah Thriftshop dimulai sejak tahun 1760 -1840 an. Revolusi industri pada abad ke 19, membentuk suatu budaya yaitu mass-production of clothing, membuat pakaian menjadi sangat murah. Minggu (21/08/2022).
Di indonsia sendiri, budaya thrifting masuk di indonesia sekitar tahun 2000 an. Namun sebelum dikenal dengan nama thrifting, dulunya disebut dalbo atau cakar. Dalam memilih baju thrift, pastinya harus teliti dan detail dalam memilih bajunya. Karena baju bekas, pasti ada plus dan minusnya. Berikut tips dalam memilih baju thrift, bagi para pencinta thrifting.
- Cek Kualitas Jahitan
Barang bekas pastinya memiliki kelebihan dan kekurangan. Salah satu hal detail yang harus diperhatikan ialah jahitannya. Apakah masih layak untuk dipakai, atau tidak. Dan pastikan jahitan masih bagus, agar bisa awet dan dipakai jangka panjang.
- Warna Baju
Dalam memilih baju bekas, usahakn untuk melihat warna baju, karena itu sangat penting sebelum membeli. Tidak sedikit baju yang warnanya pudar, luntur, dan lain lain. Jika warna masih kontras dan baik, baju bekas tersebut bisa menjadi opsi untuk dibeli.
- Ukuran
Salah satu kesulitan dalam memilih baju bekas yaitu soal ukuran. Karena dalam satu ball, baju bekas memiliki type yang berbeda- beda serta ukurannya juga. Pastikan ukuran baju sesuai dengan ukuran badan kalian.
- Noda
Noda membandel menjadi permasalahn utama bagi baju bekas. Dalam satu ball, pastinya barang bekas tersebut masih belum higienis untuk dipakai. Pastikan noda bisa dicuci ataupun tidak ada noda sama sekali. Karena hal tersebut bisa mengurangi esensi dari baju bekas itu sendiri.
- Keaslian Barang
Untuk poin nomer 5, relatif ya. Ada yang memang suka untuk membeli barang asli ataupun membeli barang yang nyaman dipakai. Dalan 1 ball, kita akan sulit untuk memastikan barang asli atau tidak. Jika orang yang sudah tau, pastinya mudah untuk mengenali keaslian barang. Usahakan untuk belajar memilih barang asli, dari seller atau teman yang suka dengan thrift.
(mg1/bob)










Balas