Tim Kuasa Hukum Aremania Menggugat Ingin Jenis Gas Air Mata di Kanjuruhan Diungkap

Tragedi Kelam Kanjuruhan Kayutangan Heritage
Poster tertempel di Kayutangan Heritage atas tragedi Kanjuruhan, Senin (3/10/2022) (blok-A/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-A.com – Gas Air Mata yang digunakan dalam Tragedi Kelam Kanjuruhan menjadi sorotan.

Sebab, Ketua Panpel Arema FC, Abdul Haris menduga bahwa gas air mata itu beda dengan gas air mata yang digunakan dalam pertandingan sebelumnya pada tahun 2018.

Hal ini pun juga masih menjadi tanya hingga sekarang. Gas air mata yang digunakan pun kini ingin diungkap.

Salah satunya dari Tim Pendampingan Bantuan Hukum Aremania Menggugat. Tim Kuasa Hukum Aremania Menggugat, Djoko Trijahjana menginginkan gas air mata itu untuk diungkap.

Tujuannya agar masyarakat bisa paham jenis gas air mata yang digunakan dalam Tragedi Kelam Kanjuruhan oleh aparat keamanan.

“Kalau memang bisa diungkap, kami harap bisa diungkap, namun itu ranah penyidikan,” tuturnya.

Dia pun dalam mengungkap jenis gas air mata itu akan mengambil langka untuk menggali keterangan korban.

Dia juga akan mengambil informasi dari korban yang terkena asap gas air mata itu. Dampaknya seperti apa adalah data yang diambil untuk menyimpulkan jenis gas air mata.

“Kami tim hukim tidak bicara soal benar salah dulu. Kami adopsi dulu keterangan korban. Kami lihat pengaruhnya. Kami akan coba cari kebenarannya. Kami akan bicara fakta dan data,” kata dia.

Sementara itu, sebelumnya Tersangka Abdul Haris menyebut gas air mata itu diduga kuat berbeda jenisnya.

Sebab, pada tahun 2018 saat gas air mata ditembakkan dalam laga Arema Vs Persib tidak sama dengan tanggal 1 Oktober 2022.

Buktinya, Haris dalam konferesi sebelumnya Jumat (7/10/2022) suporter kala itu masih bisa diselamatkan.

Sementara untuk tahun 2022, Haris mengaku bahwa jenazah korban Tragedi Kelam Kanjuruhan mukanya berwarna biru.

Hal ini pun membuat Haris ingin para korban meninggal untuk diotopsi. Tujuannya supaya tahu penyebab kematian dari suporter itu.

Sementara itu, korban meninggal atas Tragedi Kelam Kanjuruhan berjumlah 131. (bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com