Tarif Parkir Blitar Djadoel 2025 Viral, Mas Ibbin Pastikan Cek ke Lapangan

Wali Kota Blitar, Sauqul Muhibbin. (blok-a.com/Fajar)
Wali Kota Blitar, Sauqul Muhibbin. (blok-a.com/Fajar)

Blitar, blok-a.com – Tarif parkir di acara Blitar Djadoel 2025 yang sempat viral di media sosial dengan besaran Rp5.000 untuk sepeda motor, dipastikan Wali Kota Blitar Sauqul Muhibbin tidak sesuai dengan aturan yang telah ditetapkan.

Pihaknya telah menginstruksikan kepada Dinas terkait untuk melakukan pengecekan dan memastikan tarif parkir sesuai dengan Perda yang berlaku.

“Ah, enggak ada itu. Itu kan mungkin sebelum acara kemarin. Tadi malam saya sudah minta untuk ngecek ya, Kadis untuk ngecek,” kata Wali Kota Blitar Sauqul Muhibbin, Kamis (19/6/2025).

Wali Kota Muhibbin menandaskan, melalui surat edaran yang telah disebarluaskan kepada seluruh juru parkir, bahwa tarif parkir untuk kendaraan roda dua ditetapkan sebesar Rp2.000 dan untuk kendaraan roda empat sebesar Rp5.000. Namun, ia mengakui adanya kemungkinan penyimpangan di lapangan.

“Jadi untuk motor 2000, untuk mobil 5000. Tapi dalam pelaksanaannya kemungkinan ada penyimpangan. Kami harus mengecek ya, apabila ada laporan-laporan masyarakat,” tandas Mas Ibbin sapaan akrab Wali Kota Blitar.

Pemerintah Kota Blitar, lanjut Mas Ibbin, berkomitmen untuk menindak tegas setiap laporan masyarakat terkait penyimpangan tarif parkir. Tim pengawas telah diterjunkan untuk melakukan penelusuran dan memastikan seluruh juru parkir mematuhi aturan yang telah ditetapkan.

“Jadi setiap laporan masyarakat sudah kami cek ya, kami sisir. Bahkan laporan jual apokat pun kami catat, kemahalan saja saya sisir,” tegasnya.

Mas Ibbin juga menanggapi pertanyaan terkait laporan adanya kuliner modern yang dijual di acara yang bertemakan Blitar Djadoel tersebut. Ia menjelaskan bahwa hal tersebut merupakan dinamika pasar dan sulit untuk dikendalikan sepenuhnya.

“Tapi kan juga ada itu Pasar Kangen ya, yang full jadul seperti itu. Jadi ada stan Kangen barang pokok jadul. Cuma mungkin para pedagang ini kan juga melihat bahwa ada aspek-aspek yang lain karena saking banyaknya tenan kan jualannya apa saja sehingga mungkin yang modern juga kadang dijual,” ujarnya.

Meskipun demikian, Pemerintah Kota Blitar tetap berupaya untuk memastikan agar acara Blitar Djadoel 2025 tetap berjalan sesuai dengan tema dan aturan yang berlaku. Pihaknya berkomitmen untuk terus meningkatkan pengawasan dan responsivitas terhadap laporan dan keluhan dari masyarakat.

“Akan tetapi setidaknya pengunjung atau yang ada di stan desain-desainnya adalah memakai desain-desain jadul,” pungkas Wali Kota Blitar. (jar/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com