BLOK-A – Perayaan Hari Raya Imlek selalu identik dengan Kue Keranjang. Tapi kalian sempat terpikir kenapa harus kue keranjang? dan bagaimana asal usul sejarahnya?
Kue keranjang atau dalam bahasa kanton, Nian Gao. Kue keranjang berasal dari beras ketan dan gula, kue ini dibuat dalam keranjang-keranjang kecil. Rasa kue ini manis, karena Nian Gao dalam bahasa dialek Hokkian berati kue manis.
Kue keranjang menjadi simbol harapan saat memasuki Tahun Baru Imlek. Kue keranjang ini mulai dipergunakan sebagai sesaji pada upacara sembahyang leluhur, tujuh hari menjelang imlek, dan puncak malam imlek.
Kue Keranjang memiliki berbagai jenis khususnya di China sana, rasanya mulai dari manis, asin bahkan pedas. Masyarakat China bagian Utara lebih sering membuat nian gao putih, sedangkan masyarakat China Barat Laut lebih akrab membuat nian gao kuning. Selain itu, masyarakat juga ada yang menambahkan warna nabati pada kue beras yang membuat terlihat berwarna merah, hijau.
Kue keranjang yang memiliki rasa manis lebih tersebar di wilayah Tiongkok Utara dan diolah dengan cara dikukus atau digoreng. Nian Gao ini sering digunakan berbarengan dengan makanan penutup. Beda cerita jika di Tiongkok Selatan, rasa nian gao lebih bervariasi. Kue keranjang pada daerah ini bervariasi mulai dari manis, asin, atau pedas. Cara memasaknya pun sama, hanya saja ditumis, bahkan dimasukkan ke dalam sup.










Balas
Lihat komentar