KOTA BATU – Baloga memang merupakan sebuah taman wisata budidaya tanaman dengan lebih dari 600 varietas tanaman ada di dalamnya. Namun, Baloga juga mengoleksi serangga yang hidup berdampingan dengan tumbuhan, salah satunya si hitam Laba-Laba ini.
“Kalau laba-laba ini kita jadikan sebagai salah satu yang meramaikan zona Rumah Kupu. Dia ditaruh di exhibitnya sendiri berupa aquarium dengan ekosistem buatan yang cocok sama habitat aslinya,” terang Catharina Audrey, salah satu desainer Baloga.
Laba-laba di Batu Love Garden salah satunya adalah memiliki nama latin Araneomorphae. Laba-laba adalah sejenis hewan berbuku-buku (arthropoda) dengan dua segmen tubuh, empat pasang kaki, tak bersayap, dan tak memiliki mulut pengunyah.
Araneae merupakan ordo terbesar dalam Arachnida, dan masuk sebagai peringkat ketujuh dalam total keragaman spesies di antara seluruh ordo organisme. Semua jenis laba-laba digolongkan ke dalam ordo Araneae, bersama dengan kalajengking, ketonggeng, tungau —semuanya yang berkaki delapan— dimasukkan ke dalam kelas Arachnida.
Bidang studi yang mempelajari laba-laba disebut keilmuan Arachnologi. Fakta dari studi-studi tersebut mengatakan bahwa laba-laba dapat ditemukan di seluruh dunia dan setiap benua, kecuali di Antartika.
Laba-laba dapat dan telah bertahan lama di hampir semua habitat, kecuali kolonisasi udara dan laut.
Pada Februari 2016, sedikitnya ada 45.800 spesies dan 114 suku laba-laba yang telah dicatat oleh para taksonomis. Tetapi, terjadi perpecahan di dalam komunitas ilmiah mengenai cara semua suku-suku tersebut diklasifikasikan. Sejak tahun 1900-an, telah ada lebih dari 20 klasifikasi berbeda yang diusulkan terkait Laba-Laba.
Laba-Laba hanya memiliki dua bagian tubuh. Segmen bagian depan disebut cephalothorax atau prosoma, yang sebetulnya merupakan gabungan dari kepala dan dada (toraks). Sedangkan segmen bagian belakang disebut abdomen (perut) atau opisthosoma. Antara cephalothorax dan abdomen terdapat penghubung tipis yang dinamai pedicle atau pedicellus.
Kebanyakan laba-laba memang merupakan predator (pemangsa) penyergap. Mereka menunggu mangsa lewat di dekatnya sambil bersembunyi di balik daun, lapisan daun bunga, celah bebatuan, atau lubang di tanah yang ditutupi kamuflase. Beberapa jenis bahkam memiliki pola warna yang menyamarkan tubuhnya di atas tanah, batu atau pepagan pohon, sehingga tak perlu bersembunyi.
Penasaran dengan bentuk Laba-laba yang bisa diajak berinteraksi di Baloga? Selain Laba-Laba, zona Rumah Kupu masih punya serangga lain yang juga tak kalah unik seperti kaki seribu, lebah, belalang ranting, kupu-kupu Moth, dan masih banyak lagi.
Anda bisa datang ke Baloga setiap hari mulai pukul 08.30-16.30 WIB. Harga tiketnya Rp 60 ribu untuk weekday dan Rp 80 ribu untuk weekend. Selamat melihat laba-laba!










Balas