Sopir Angkutan Kota Malang Nilai Rencana Dishub Tergesa-gesa Tetapkan 1 Arah Kayutangan Heritage

Dua orang sopir sedang berbincang sambil menunggu antrian jalan di Terminal Landungsari Kota Malang, Selasa (23/08/2022) (blok-A/Syams)

Kota Malang, blok-a.com – Organisasi Angkutan Darat (Organda) sebut Pemerintah Kota (Pemkot) Malang terkesan tergesa-gesa untuk memutuskan kebijakan rekayasa satu arah di kawasan Kayutangan Heritage.

Sekretaris Organda Kota Malang, Purwono menilai situasi dan kondisi saat ini tidak tepat untuk dilakukan penetapan rekayasa tersebut, terlebih pasca pandemi Covid-19 serta adanya tragedi Kanjuruhan yang masih menjadi fokus utama untuk usut tuntas di Kota Malang.

Keputusan Pemkot tersebut dikhawatirkan menimbulkan respon yang negatif dari masyarakat maupun pengemudi angkutan umum di Kota Malang.

“Kita khawatir dengan situasi Kota Malang yang seperti ini, kemudian ditetapkan rekayasa lalu lintas dengan tergesa-gesa, akan ada respon yang tidak karu karuan, kita khawatirkan kesana,” ucap Purwono pada Senin (12/12/2022).

Saat disinggung terkait setuju atau tidaknya dengan kebijakan yang dibuat oleh Pemkot, ia hanya mengatakan hal ini masih akan dikoordinasikan dengan pengurus angkot dan para perwakilan jalur.

“Setelah pulang dari sini, akan kami lakukan koordinasi. Mudah-mudahan minggu depan kita sudah ada pertemuan lanjutan dengan dishub,” lanjutnya.

Jika pun kedepannya kebijakan tersebut harus ditetapkan, Purwono berharap Pemkot Malang dapat memberikan kontribusi khususnya pada pengemudi angkutan umum.

“Sebenarnya kita butuh kepedulian pemerintah untuk ngatur angkutan publiknya singkron harmonis dengan situasi yang diinginkan. Tadi ada ide dari dishub katanya mau dikasih kontribusi perkilo meter, kita harapkan nanti aplikasinya mudah mudahan bagus,” pungkasnya.

(ptu/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Redaktur pelaksana sekaligus Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Malang Raya.