Solusi Harga Cabai Melejit, Pemkab Malang Bakal Terapkan Biosaka Pengganti Pupuk Kimia

Ilustrasi perkebunan cabai di wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang.(Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)
Ilustrasi perkebunan cabai di wilayah Kecamatan Dau Kabupaten Malang.(Blok-a.com/Putu Ayu Pratama S)

Kabupaten Malang, blok-a.com – Untuk menekan harga cabai yang kini melejit, Pemerintah Kabupaten Malang melalui Dinas Tanaman Pangan Holtikultura dan Perkebunan (DTPHP) sedang melakukan penelitian penerapan Biosaka pengganti pupuk kimia.

Seperti yang telah diberitakan sebelumnya, harga cabai di Kabupaten Malang sedang mengalami lonjakan, meskipun tidak signifikan namun kenaikan harga itu tengah dikeluhkan masyarakat.

Kepala DTPHP Kabupaten Malang, Avicenna Medicica Sani Putera membenarkan adanya kenaikan tersebut.

Dirinya juga mengatakan kenaikan itu disebabkan adanya cuaca ekstrem yang melanda sebagian besar wilayah Kabupaten Malang.

Selain itu, dirinya juga menyebut bahwa kenaikan harga juga disebabkan adanya bulan panen cabai yang masih cukup lama, yakni di bulan April mendatang.

Baca Juga: Cuaca Ekstrem Akibatkan Harga Cabai di Kabupaten Malang Naik Hingga Rp 65 Ribu

“Ini siklus tanam saja, namun ada memang siklus cuaca, tapi siklus tanamnya memang sedang terjadi banyak perubahan serta adanya pengaruh cuaca dan masa tanam,” terangnya saat dikonfirmasi, Sabtu (25/02/2023).

Lebih lanjut, dari catatan DTPHP Kabupaten Malang, panen raya cabai pada April mendatang akan menghasilkan setidaknya sebesar 2 ribu ton dari luas lahan sekitar 200 hektare.

“Kita harapkan bulan panen cabai nanti bulan April bisa membantu kestabilan harga di pasaran,” ungkapnya.

Disinggung terkait program ketahanan pangan, Avicenna mengatakan Pemkab Malang sedang melakukan penelitian Biosaka sebagai pengganti pupuk kimia.

Dengan demikian, Biosaka diharapkan dapat memangkas biaya pupuk yang kian melejit.

Terlebih, racikan Biosaka mampu membuat tanaman cabai lebih kebal dari cuaca buruk dan hama.

“Saat ini Pemkab sedang melakukan penelitian dan uji coba Biosaka. Bukan jenis pupuk dan pestisida, biosaka di proses dengan teknik tertentu untuk menjadi larutan dengan cara kerja untuk membantu menghadapi cuaca dan hama,” jelasnya.

Diharapkan, hasil uji coba dari Biosaka dapat memangkas biaya pupuk serta meningkatkan produktvitas hasil panen.

Sehingga hal tersebut diharapkan dapat menambah penghasilan para petani di Kabupaten Malang.(ptu/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com