Kabupaten Malang, blok-a.com – Imbas dari adanya cuaca ekstem mengakibatkan harga bahan cabai di Kabupaten Malang mulai meroket.
Bahan pangan yang mengalami kenaikan yang cukup signifikan yakni seluruh jenis cabai dan beberapa jenis sayur mayur di Pasar Bululawang Kabupaten Malang.
Hal tersebut disampaikan oleh salah satu pedagang pasar tradisional Kabupaten Malang, Ariani (48), dirinya mengatakan dalam satu pekan terakhir kenaikan seluruh jenis cabai mulai merangkak.
“Cabai kecil, cabai merah besar dan cabai kerinting semua naik. Kalau biasanya tiap hari ada kenaikan ada penurunan, gak mesti. Mulai satu minggu ini naik semua,” terang Ariani saat ditemui Blok-a.com di lapak Pasar Bululawang, Jumat (24/02/2023).
Untuk saat ini, kata Ari, cabai kecil mengalami kenaikan sebesar Rp 10 ribu per kilogram. Dari harga awal Rp 55 ribu per kilogram sekarang seharga Rp 65 ribu per kilogram. Sedangkan, untuk jenis cabai besar seharga Rp 50 ribu per kilogram dari harga awal Rp 45 ribu per kilogram.
Kenaikan itu juga mulai terlihat pada jenis bahan bumbu lainnya, seperti bawang putih dan sayur mayur. Namun, kenaikan tersebut tidak terlalu signifikan.
“Bawang putih ada kenaikan, kalau bawang merah cenderung turun. Tomat ada kenaikan juga, tapi yang paling banyak kenaikan hanya jenis cabai,” jelasnya.
Pedagang yang sudah berjualan sejak 20 tahun silam ini mengatakan, kenaikan harga disebabkan adanya cuaca yang tak menentu sehingga menyebabkan petani gagal panen serta hasil panen yang rawan membusuk.
Bahkan, pedagang asal Banyuwangi ini memprediksi bahan pokok, sayur mayur serta semua jenis cabai akan terus mengalami lonjakan harga hingga menjelang bulan ramadhan mendatang.
“Kenaikan ini karena cuaca, gagal panen kan, hujan gini cabai cabai gampang busuk. Kemungkinan sampai puasa bisa naik semua. Kayak cabai cabaian, sayur juga meningkat soalnya banyak kebutuhan buat takjil,” pungkasnya.
(ptu/bob)










Balas
Lihat komentar