Sidoarjo Jadi Kabupaten Kelima di Jawa Timur Penuhi Indikator STBM 5 Pilar

Bupati Sidoarjo, Subandi menerima verifikasi 5 STBM Pilar dari Kemenkes (foto: istimewa)
Bupati Sidoarjo, Subandi menerima verifikasi 5 STBM Pilar dari Kemenkes (foto: istimewa)

Sidoarjo, Blok-a.com – Hasil akhir penilaian tim verifikasi Kementerian Kesehatan (Kemenkes) pada 12 desa/kelurahan di enam Kecamatan, menempatkan Sidoarjo sebagai Kabupaten kelima yang berhasil memenuhi indikator Sanitasi Total Berbasis Masyarakat (STBM) 5 Pilar di Jawa timur.

Predikat ini menunjukkan tingginya kesadaran masyarakat Sidoarjo dalam meningkatkan derajat pola hidup bersih dan sehat lingkungan keluarga dan masyarakat.

Ketua Tim Verifikasi Lapangan Kemenkes, drg. Sulvy Dwi Anggraini, menyebut capaian ini membuktikan bahwa komitmen membangun sanitasi bukan cuma tugas pemerintah, melainkan sudah jadi kesadaran kolektif warga.

“Kesadaran masyarakat menjadi kontribusi terbesar. Komitmen ini dibangun dari kesadaran kolektif dengan kolaborasi lintas sektor yang luar biasa,” kata Sulvy di Pendopo Delta Wibawa, Sidoarjo, Kamis (23/7/2026).

Sulvy menyebutkan, data capaian indikator sanitasi di Sidoarjo berdasarkan hasil verifikasi lapangan menunjukkan hasil sebagai berikut:

  • 100 Persen Kelompok Keluarga (KK) telah menghentikan praktik buang air besar sembarangan
  • 97 Persen KK Membiasakan cuci tangan pakai sabun
  • 89 Persen KK dapat mengelola air minum dan makanan rumah tangga yang aman
  • 83 persen KK melakukan pengamanan sampah rumah tangga
  • 72 persen KK melaksanakan pengamanan limbah cair rumah tangga.

“Sehingga capaian ini mengantarkan Sidoarjo sebagai kabupaten kelima dari 38 kabupaten/kota di Jawa Timur, yang telah berhasil memenuhi indikator STBM 5 Pilar,” terangnya.

Sementara itu, Bupati Sidoarjo Subandi menegaskan, keberhasilan ini merupakan buah dari kerja keras bersama seluruh elemen masyarakat dan jajaran pemerintah daerah.

“Keberhasilan ini adalah hasil kolaborasi. STBM harus menjadi budaya masyarakat yang berkelanjutan. Ikhtiar ini untuk menciptakan lingkungan yang sehat, bersih, serta mendukung terwujudnya Kabupaten Sidoarjo yang sehat dan sejahtera,” ujar Subandi.

Ia menitipkan pesan kepada para kepala desa, camat, hingga jajaran puskesmas untuk terus mengawal pola hidup sehat warga. Sebagai daerah urban dengan kepadatan penduduk tinggi, tantangan sanitasi di Sidoarjo dinilai membutuhkan komitmen jangka panjang.

“Peran camat, kepala desa, dan puskesmas sangat vital. Jangan hanya untuk meraih penghargaan, tetapi bagaimana kolaborasi ini terus dijaga agar masyarakat benar-benar merasakan manfaatnya,” tegasnya.

Penerapan STBM 5 Pilar ini diharapkan tidak berhenti di sini, namun terus membudaya demi mencegah penyakit berbasis lingkungan serta meningkatkan kualitas hidup keluarga di Sidoarjo. (Fah)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com

Jurnalis blok-a.com yang memfokuskan liputan pada isu sosial, politik, dan peristiwa terkini di Kabupaten Sidoarjo.