Sepinya Kampung Berbanding Terbalik dengan Koridor Kayutangan Heritage, Warga Kecewa Hingga Tutup Warung

Pengunjung di dalam Kampung Kayutangan Heritage.(blok-a/Syams Shobahizzaman)
Pengunjung di dalam Kampung Kayutangan Heritage (blok-a/Syams Shobahizzaman)

Kota Malang, blok-a.com – Sempat vakum selama pandemi, kini Kampung Heritage Kayutangan dibuka kembali untuk umum.

Kampung heritage merupakan salah satu kampung tematik di Kota Malang yang dikenal dengan ornamen jadulnya.

Mengikuti aturan yang berlaku, selama pandemi kampung heritage sempat tutup guna meminimalisir penyebaran covid-19 di kota Malang.

Dengan keadaan yang semakin membaik kini kampung heritage dibuka kembali untuk wisatawan dengan tujuan membangkitkan perekonomian warga yang sempat menurun pasca pandemi.

Akan tetapi nasibnya tak lagi seberuntung sebelum pandemi.

Kampung dengan tema tempo dulu ini tak lagi banyak diminati wisatawan seperti sebelum pandemi. Kini meskipun ada beberapa perbaikan seperti pedestrian di sepanjang sungai tak mampu menarik pengunjung ke dalam kampung.

Sepinya pengunjung diduga karna wisatawan yang lebih tertarik dengan pertokoan yang menyediakan berbagai macam makanan serta hiburan di kayutangan sepanjang Jalan Basuki Rahmat.

Hal tersebut disampaikan oleh pemilik warung kopi yang enggan disebut namanya. Pihaknya mengaku penurunan angka pengunjung membuat pendapatannya pun ikut menurun.

“Sebelum pandemi rame wisatawan luar malang, warga lokal, banyak juga turis turis yang nongkrong disini, berhubung setelah pandemi kukut wes nol,” ucapnya saat ditemui blok-a.com.

Pedagang kopi sedang menyeduh kopi di warungnya di dalam Kampung Kayutangan Heritage (blok-a/Syams Shobahizzaman)

Pihaknya mengaku, sebelum pandemi banyak turis yang mampir di warungnya. Berberapa turis berasal dari Jerman, Swiss, Prancis, Amerika, Australia.

“Banyak turis turis, jadi tak kasih buku tamu ada yang nulis dari Jerman, Swiss, Prancis, Amerika, Australia jadi mereka kesini bawa penerjemah (Tour Guide), sesudah pandemi juga ada satu dua tulis tapi ya sudah gak mampir mbak karna mungkin sudah makan ngopi di atas (di Cafe dan resto sepanjang Jalan Basuki Rahmat),” ungkapnya.

Warga kampung heritage merasa dirugikan dengan adanya ruko-ruko yang disulap menjadi cafe dan resto di Jalan Basuki Rahmat, pihaknya juga menegaskan seharusnya jika memang diberlakukan seperti itu kampung heritage juga harusnya bisa beroprasi bersamaan.

“Kalau kayak gini kan sini jadi mati, karna sini masih tutup jadi pengunjung memilih disana karna banyak hiburan dan sebagainya. Padahal diawal janjinya setelah ada pembangunan kayutangan sana cuma dibuat pertokoan bukan cafe dan resto,” ungkapnya.

Di akhir pihaknya berharap segera ada tindaklanjut untuk hal ini, warga kampung heritage juga mengharapkan yang sama yakni keadilan yang selaras agar kampung heritage tetap dikenal wisatawan luas dan tetap menjadi kampung dengan tema tempo dulu yang tidak dimakan oleh zaman.

“Harapannya semoga akan ada tindak lanjut untuk kedepannya agar kampung heritage tetap dikenal wisatawan luas, jadi wisatawan juga kenal kita tidak hanya berhenti di kayutangan saja tapi juga masuk ke dalam, karna sebenarnya maskotnya kampung jadul di kota Malang ada di kampung heritage sini,” tutupnya. (mg2/bob)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com