Semarak Perayaan Imlek 2025 di Kelenteng Eng An Kiong, Sambut Tahun Ular Kayu

Semarak Perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Eng An Kiong, Rabu (29/1/2025). (blok-a.com / Muhammad Berril Labiq)
Semarak Perayaan Tahun Baru Imlek di Kelenteng Eng An Kiong, Rabu (29/1/2025). (blok-a.com / Muhammad Berril Labiq)

Kota Malang, blok-a.com -Setiap kali Tahun Baru Imlek tiba, suasana di Kelenteng Eng An Kiong di Kota Malang terasa khidmat dan penuh kebersamaan. Pantauan blok-a.com di lokasi, Rabu (29/1/2025), suasana terik tak mengurangi antusiasme umat Tionghoa untuk datang mengikuti setiap tahapan sembahyang.

Berdasarkan kalender Lunar, Imlek tahun 2025 ini menyambut tahun dengan Shio Ular Kayu.

Bagi umat Tionghoa, perayaan ini adalah saat untuk berdoa, memperbarui semangat hidup, dan memperbaiki aspek-aspek dalam kehidupan yang sudah berlalu.

Menurut ramalan Shio Cina, tahun Ular Kayu memberikan kesempatan besar bagi setiap individu, terutama mereka yang lahir di tahun ular, untuk mendapatkan kesuksesan dan mengembangkan diri.

Luluk Hanom, Humas Kelenteng Eng An Kiong, mengungkapkan harapan besar yang menyertai datangnya tahun baru ini.

“Harapannya tentu agar tahun ini pekerjaan lancar, kesehatan terjaga, panjang umur, dan rezeki melimpah. Bahkan beberapa orang berharap bisa nambah cucu,” ujar Luluk.

Tradisi Imlek, kata Luluk, sarat dengan doa-doa yang mengandung permohonan kedamaian dan kelancaran hidup.

Rudy Pan, Ketua Kelenteng Eng An Kiong saat melaksanakan ibadah. (blok-a.com / Muhammad Berril Labiq)
Rudy Pan, Ketua Kelenteng Eng An Kiong saat melaksanakan ibadah. (blok-a.com / Muhammad Berril Labiq)

Berbagai ucapan, seperti “Xian Nian” yang berarti selamat tahun baru setelah dan “Gong Xi Fat Cai” yang bermakna semoga sukses dan sejahtera, mengalir di antara umat yang datang.

Sebagai pusat kegiatan spiritual selama perayaan Imlek, Kelenteng Eng An Kiong melakukan berbagai ritual yang mencerminkan tiga kepercayaan, yaitu Khonghucu, Taoisme, dan Buddha.

Rangkaian ritual dimulai dengan sembahyang menyambut Dewa Dapur yang dipercaya membawa berkah untuk keluarga.

“Sebelum menyambut tahun baru, kami terlebih dahulu melakukan sembahyang kepada Dewa Dapur, yang biasanya dilakukan pada awal tahun, untuk mengharapkan kehidupan yang lebih baik,” jelas Luluk.

Setelah itu, ritual dilanjutkan dengan sembahyang Tuhan Allah dalam tradisi dikenal dengan “King Thi Kong”. Dilaksanakan pada malam hari, menjelang pukul 11 malam.

“Cap Go Meh adalah puncak dari perayaan Imlek. Di sini kami mengucapkan doa-doa untuk kebahagiaan dan kedamaian,” tambahnya.

Luluk mengatakan, meskipun sulit untuk memprediksi jumlah umat yang datang, kelenteng dipenuhi dengan kedamaian dan doa-doa yang mengalir dari hati setiap umat.

“Meskipun tidak bisa diprediksi secara pasti jumlah umat yang datang, namun kami yakin akan sangat ramai, karena banyak yang datang untuk memohon rezeki, hidup yang damai, dan keberkahan di tahun baru,” katanya.

Terpisah, Ketua Umum Kelenteng Eng An Kiong, Rudy Phan, menambahkan bahwa Imlek bukan sekadar sebuah perayaan tahun baru, tetapi juga simbol peralihan musim dan pembaruan dalam hidup.

“Imlek adalah perayaan musim semi, yang menandakan harapan baru, semangat baru, dan kesempatan untuk memperbaiki yang lama. Kita merayakan pergantian musim, yang dari musim dingin kini memasuki musim semi,” ungkap Rudy.

Menurutnya, setiap pergantian tahun adalah kesempatan untuk memperbaiki segala hal yang belum tercapai dan memperbaharui semangat hidup.

“Tahun baru ini, kita perbaiki semuanya, jadikan yang terakhir menjadi yang terbaik. Ini saatnya untuk bersatu, menjalani hidup dengan penuh semangat baru. Jangan keras, mari kita bersatu,” tutup Rudy. (ber/lio)

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com