Ruang Kerjanya Digeledah KPK, Dewanti: Mereka Cuma Silahturahmi Saja

Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Usai Digeledah Kpk
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko Usai Digeledah KPK - Foto: Pungky Ansiska

KOTA BATU – Penggeledahan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Gedung Balai Kota Among Tani Kota Batu memasuki hari ketiga. Kali ini tim penyidik dari KPK melakukan penggeledahan di dua ruangan yakni Dinas Badan Perencanaan Pembangunan, Penelitian dan Pengembangan Daerah (Bapelitbangda) dan Ruang Kerja Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko.

Tim penyidik dari KPK ini sejak Selasa (6/1) sudah melakukan penggeledahan disejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD). Total sudah ada tujuh OPD yang digeledah untuk mencari berkas pengembangan kasus gratifikasi tahun 2011-2017.

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mempersilahkan KPK untuk mencari berkas-berkas dibutuhkan.

“Mereka (KPK) sudah bilang ke saya mau mencari data-data. Saya berusaha melayani tamu dengan baik ya silahkan saja. Dokumen yang dicari itu adalah dokumen 2011-2017 sedangkan saya ini walikota dari 2017-2022 ya tidak ada di saya,” jelasnya kepada awak media, Jumat (8/1).

Meskipun KPK sempat menggeledah ruang Wali Kota, namun Dewanti mengaku tidak mendapat pertanyaan.

“Ya hanya ngobrol saja tidak ditanyain apa-apa. Mereka (KPK) hanya silahturahmi saja,” imbuhnya.

Sebaliknya Dewanti mengatakan sebelumnya memang tidak mengetahui tata cara tugas KPK. Sehingga sempat memberikan statment KPK tidak “kulonuwon” saat memasuki Gedung Balai Kota Among Tani Batu.

“Saya tidak tahu kalau memang KPK seperti itu. SOP-nya memang tidak memberikan surat pemberitahuan,” tutur istri mantan Wali Kota Batu terdahulu, Edy Rumpoko.

Sementara itu, Plt Juru Bicara (Jubir) KPK, Ali Fikri membenarkan dengan adanya penggeledahan oleh tim KPK. Kegiatan tersebut merupakan lanjutan dari hari sebelumnya untuk mencari dokumen.

“Hanya dua tempat yakni Kantor Wali Kota Batu dan ruang Bapedda (Bapelitbangda.red). Untuk perkembangan hasil geledah nanti kami sampaikan lebih lanjut,” terangnya dalam pesan singkat WhatsApp.

Berbeda dengan hari sebelumnya, penggeledahan hari berjalan lebih cepat. Padahal sejak Selasa hingga Kamis tim penyidik KPK bisa melakukan penggeledahan selama kurang lebih 6 jam. Sedangkan hari ini hanya sampai 3-4 jam KPK sudah membawa lima koper dari dua ruangan.

Baca berita ter-update di Google News Blok-a.com dan saluran Whatsapp Blok-a.com