Rebut Lumbung Suara dari Partai Lain, Cara Nasdem untuk Jadikan 7 Kader sebagai Dewan Kota Malang di Pileg 2024

Proses kelengkapan berkas bacaleg yang akan didaftarkan Nasdem Kota Malang ke KPU (dok. DPD Nasdem Kota Malang for blok-a)
Proses kelengkapan berkas bacaleg yang akan didaftarkan Nasdem Kota Malang ke KPU (dok. DPD Nasdem Kota Malang for blok-a)

Kota Malang, blok-a.com – Partai Nasdem bakal menjadi penantang baru di Pileg 2024.

Target dari partai yang dididirikan Surya Paloh ini akan mengantarkan 7 kadernya nanti menjadi anggota dewan Kota Malang.

Target ini meningkat tiga kali lipat. Sebelumnya anggota legislatif Kota Malang dari Nasdem berjumlah dua, yakni Suyadi dari Dapil Sukun dan Dapil Klojen Gagah Soeryo Pamoekti.

Ketua DPD Nasdem Kota Malang, Hanan Jalil yakin target itu akan terpenuhi di 2024. Hanan menargetkan 7 kadernya itu dengan cara merebut suara beberapa mantan caleg di 2019 dari patai lain.

Sekadar diketahui, sejumlah mantan caleg dari partai lain yang bertarung di Pileg 2019 berpindah ke Nasdem.

“Kami banyak memiliki Bacaleg yang berpindah pada tahun 2024 ke Nasdem. Contohnya pak Ula dulu Gerindra dan Mas Dito itu dulu PAN sekarang Nasdem,” kata dia.

Sejumlah bacaleg yang berpindah partai itu diharapkan akan mendulang suara di setiap Dapil (Daerah Pilih). Alhasil, Nasdem akan mendapat satu kursi minimal di setiap Dapil.

Hanan mencontohkan di Dapil Kedungkandang waktu Pileg 2019, Nasdem hanya berselisih 37 suara dengan caleg terpilih terakhir.

Di tahun 2024 selisih 37 suata itu akan terpenuhi dengan sumbangan suara dari Mohammad Ula. Mohammad Ula dulu pada Piley 2019 mendapat sekitar 3400 suara dari Partai Gerindra.

“Dan saya yakin Pak Ula pada tahun 2024 ini akan mempertahankan suaranya dan sumbangan suaranya itu akan mengantarkan Nasdem untuk mendapat minimal satu atau dua kursi di Kedungkandang,” tuturnya.

Begitu pula dengan Lowokwaru. Di Pilrg tahun 2019, Nasdem selisih dengan kursi caleg terakhir adalah sekitar 400 suara.

Namun Hanan yakin selisih 400 suara itu akan terlampaui dengan kader anyarnya dari PAN, dan kini jadi Bacaleg Nasdem, Dito Arief.

“Mas Dito ini punya 2000 suara lebih dan kini saya yakin bisa mengambil suara dari partai dulunya itu ke Nasdem,” kata dia.

Hanan semakin yakin tujuh kursi itu akan terpenuhi. Sebab, persiapan Nasdem Kota Malang di Pileg 2024 ini cukup matang dibandingkan dengan Pileg 2019.

Misalnya pada tahun 2019, Nasdem kekurangan saksi di setiap Tempat Pemungutan Suara (TPS). Pada tahun 2024 Nasdem sudah menyiapkan saksi-saksi di setiap TPS.

Tidak adanya saksi ini, Hanan menilai, menjadi penyebab partainya tidak memiliki caleg terpilih di 2019 di Dapil Kedungkandang.

“37 itu selisihnya tipis kan dengan kursi terakhir. Dulu soalnya kita gak ada saksi. Sekarang ada saksi. Sehingga nanti untuk perhitungan suara kami meminimalisir kebocoran suara,” ujarnya.

Sementara itu, Nasdem sendiri menargetkan 7 anggota dewan dari kadernya dengan sebaran Dapil sebagai berikut. Untuk Sukun, dan Kedungkandang, akan ada dua caleg dari Nasdem yang terpilih. Sementara tiga Dapil lainnya Hanan yakin akan ada satu kader Nasdem terpilih untuk duduk di gedung DPRD Kota Malang.

“Untuk target suaranya itu di Dapil Sukun harus dapat suara 20 ribu, Kedungkandang 20 ribu, Klojen 10 ribu, Blimbing 13 ribu dan
Lowokwaru 13 ribu,” kata dia.

Untuk Nasdem sendiri rencananya akan mendaftarkan 45 Bacalegnya pada Rabu (10/5/2023) besok ke KPU Kota Malang. Berdasarkan komposisi umur, 30 Bacaleg berumur 30 tahun ke bawah, 40 tahun ke bawah ada 10 Bacaleg, dan lima sisanya berumur 40 tahun ke atas.

“Dan keterisian 30 persen keterwakilan perempuan itu sudah beres. Kami sudah siap daftar besok,” tuturnya. (bob)