Mojokerto, blok-a.com – Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Mojokerto memperingati Hari Pers Nasional (HPN) ke-79 dengan menggelar “PWI Award 2025”, sebuah ajang penghargaan bagi 16 tokoh berpengaruh dari berbagai bidang. Acara tersebut berlangsung di kantor sekretariat PWI Mojokerto, Jalan Pekayon, Kelurahan/Kecamatan Kranggan, Kota Mojokerto, Selasa (11/2/2025).
PWI Mojokerto awalnya menetapkan 14 tokoh sebagai penerima penghargaan, namun setelah melalui proses seleksi yang panjang, jumlahnya bertambah menjadi 16.
Penghargaan ini diberikan kepada berbagai pihak, mulai dari instansi sipil, militer, hingga individu yang berkontribusi dalam bidang sosial, ekonomi kreatif, pendidikan, olahraga, dan kewirausahaan.
Sejumlah tokoh yang menerima penghargaan antara lain:
– Ika Puspitasari (Wali Kota Mojokerto 2018–2023 sekaligus wali kota terpilih)
– Ikfina Fatmawati (Bupati Mojokerto)
– Moh. Ali Kuncoro (Pj Wali Kota Mojokerto 2023–2025)
– Muhammad Al-Barra (Wakil Bupati Mojokerto sekaligus Bupati Mojokerto terpilih)
– AKBP Ihram Sutarto (Kapolres Mojokerto)
– Endang Tirtana (Kajari Kabupaten Mojokerto)
– AKBP Daniel S. Marunduri (Kapolres Mojokerto Kota)
– Bobby Ruswin (Kajari Kota Mojokerto)
Acara puncak HPN ini berlangsung khidmat dan diawali dengan pemberian santunan kepada anak yatim piatu.
Ketua PWI Mojokerto, Aminudin Ilham, menyampaikan bahwa penghargaan ini merupakan bentuk apresiasi terhadap mitra yang telah menunjukkan kompetensi dan konsistensi di bidangnya masing-masing.
“Ini adalah apresiasi bagi lembaga dan individu yang kompeten setelah melalui penilaian tim survei PWI. Harapannya, penghargaan ini dapat memotivasi penerima untuk semakin berkontribusi di bidangnya,” ujar Aminudin.
Selain itu, ia juga menegaskan bahwa HPN tahun ini menjadi momentum untuk mempererat silaturahmi dan sinergi antara PWI Mojokerto dengan pemerintah, TNI-Polri, serta lembaga swasta.
Ia berharap insan pers dapat terus berperan dalam mendukung ketahanan pangan untuk kemandirian bangsa, sejalan dengan tema HPN ke-79: “Mendukung Program Pemerintah dalam Ketahanan Pangan Menuju Indonesia Emas 2045.”
Wakil Ketua Bidang Advokasi PWI Mojokerto, Moch. Chariris, menjelaskan bahwa setiap penerima penghargaan telah melalui proses seleksi yang ketat.
“Penghargaan diberikan kepada mereka yang menunjukkan komitmen dan konsistensi di bidangnya. Misalnya, di bidang hukum, penghargaan diberikan kepada mereka yang konsisten dalam penegakan hukum. Begitu pula dengan tokoh di bidang olahraga dan sektor lainnya,” terang Chariris, yang diamini oleh Ketua Panitia PWI Award, Siswanto atau Shiro.
Menurutnya, proses seleksi dilakukan secara objektif oleh tim perumus internal PWI Mojokerto untuk memastikan bahwa setiap penerima penghargaan benar-benar layak.
Dalam kesempatan yang sama, Pj Wali Kota Mojokerto, Moh. Ali Kuncoro, menekankan pentingnya peran wartawan dalam menjaga kualitas informasi di era digital.
“Wartawan memiliki tugas yang berat dalam menyajikan informasi yang akurat dan profesional di tengah derasnya arus informasi digital. Di era kecerdasan buatan (AI) saat ini, cara kerja media juga harus beradaptasi agar tetap relevan,” ujarnya.
Ketua DPRD Kota Mojokerto, Ery Purwanti, juga mengapresiasi penghargaan yang diberikan kepada para tokoh berpengaruh di Mojokerto.
“Kami berharap penghargaan ini dapat menjadi motivasi bagi masyarakat lain untuk ikut berkontribusi membangun Mojokerto. Kami juga mengajak PWI untuk terus bersinergi dalam membangun kota ini,” ungkapnya.
Sementara itu, Wali Kota Mojokerto terpilih, Ika Puspitasari, berharap agar PWI terus menghadirkan pemberitaan yang proporsional dan akurat.
“Masyarakat berhak mendapatkan informasi yang benar sesuai kondisi di lapangan. Ini sangat penting agar kebijakan pemerintah dapat dipahami dengan baik oleh publik,” kata Ika.
Ia juga menegaskan pentingnya peran media dalam menjaga kondusivitas daerah dan memastikan program pemerintah berjalan dengan baik.
Dengan digelarnya PWI Award 2025, diharapkan insan pers di Mojokerto semakin termotivasi untuk terus menyajikan informasi yang kredibel dan berkontribusi dalam pembangunan daerah.(sya/lio)










